Catatan Harian (32): “Pengakuan” Krishna Djaja Darumurti

foto: fb kdd

foto: fb kdd

Sejenak, sengketa pemilihan Dekan Fakultas Hukum UKSW yang terjadi 2 bulan belakangan ini, “menenggelamkan” sosok Krishna Djaja Darumurti. Melalui Majalah Scientiarum Edisi November 2010, muncul “pengakuan” Krishna tentang sengketa tersebut…

Akhirnya, Krishna Djaja Darumurti angkat suara. Sebagai dekan terpilih pada pemilihan pertama ia mengatakan bahwa apa yang terjadi di FH memperlihatkan gejala antidemokrasi pada tataran suprastruktur. “Di bawah terjadi demokrasi, tapi di tatanan suprastruktur belum terjadi. Demokrasi masih belum dipakai, mereka masih memakai kekuasaan. Kami sudah jalankan demokrasi tapi dilawan dengan kekuasaan. Hukum kami dijalankan dilawan dengan kekuasaan. Satu-satunya cara kami juga harus melawan dengan kekuasaan tapi itu tidak bener, maka kami harus bertahan dengan demokrasi. Makanya ada opsi diadakan pemilihan lagi,” ujar Krishna.

Menurut Krishna, pemilihan dekan sebelumnya tidak ada yang salah dan tetap sah. Dirinya tidak mau tergelincir dalam pendekatan kekuasaan. Itu sebabnya demokrasi yang ia pakai. “Saya lawan dengan demokrasi. Itu sebabnya saya tidak mencalonkan diri kembali pada pemilihan kedua, karena di sini bukan persoalan menang-kalah, tapi soal bagaimana nilai-nilai demokrasi itu dijalankan. Demokrasi harus ditegakkan dan kepentingan mahasiswa harus diutamakan,” katanya.

Demikian, cuplikan kecil dari tulisan wartawan Scientiarum Yoga Prasetya, berjudul, Pemilihan Dekan Ulang Alik. (sfm).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s