Catatan Harian (31): Siapa Rektor Terbesar di UKnD?

Cerita-cerita tentang pencarian sosok terbesar diantara umat manusia sering ditampilkan dalam berbagai media. Salah satu kesaksian masyur tentang hal itu terdapat juga dalam Kitab Markus. Ketika itu para murid mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka.

Pertanyaan siapa yang terbesar telah menembus batas waktu, hingga hari ini pertanyaan itu masih sering dicari jawabnya. Tidak terkecuali dalam komunitas Universitas Kelakuan nDeso (UKnD, nDeso = Katro). Civitasnya terpecah belah mendukung rektor tertentu dan menganggap rektor yang mereka dukung adalah yang terbesar. Etnis tertentu mendukung rektor yang berasal dari etnisnya. Kelompok tertentu mendukung rektor dari kelompok mereka.

Berbagai cara digunakan para pendukung masing-masing rektor untuk mencari simpati dari segenap civitas, termasuk menghalakan “kelicikan” dan arogansi “kekuasaan”. Saling ngotot menyatakan yang terbesar, tidak ada titik temu. Mereka pun bersepakat untuk menemui Yesus untuk mencari jawabnya. Bertanyalah mereka.

Para Pendukung (PP):

“Wahai Yesus, siapa yang terbesar di antara para rektor yang kami dukung?”

Yesus (Y):

Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya”.

(…kemudian Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka…)

“Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.”

Terbesar

Yesus tidak menjawab pertanyaan para pendukung, Ia hanya memberikan perumpamaan tentang siapa yang terbesar.

Jika seseorang ingin menjadi rektor yang terbesar, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya”.

“Barangsiapa menyambut seorang terkecil (pegawai rendah)  diantara kalian dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.”

(…Pulanglah para pendukung itu dengan kecewa. Akibat ego dan kesombongan mereka, mereka tidak bisa menerima jawaban itu…)

Sejatinya

Kebesaran yang sejati bukanlah soal kepemimpinan, kekuasaan, atau prestasi perorangan yang tinggi, melainkan sikap hati yang dengan sungguh-sungguh ingin hidup bagi Tuhan dan bagi sesama manusia. Itulah mengapa Yesus menyatakan bahwa yang terbesar adalah yang: (1) mau menjadi pelayan bagi semua, dan (2) menghargai mereka-mereka yang terkecil (pegawai rendah) diantara kita. Kebesaran yang dibangun di luar 2 kriteria tersebut, hanyalah kebesaran yang sia-sia saja… (sfm).

Referensi:

Kesaksian Markus 9:33-37

alkitab.sabda.org

foto: kaskus.us

4 thoughts on “Catatan Harian (31): Siapa Rektor Terbesar di UKnD?

  1. mereka yang bertanya dengan harapan legalitas atas kekuasaannya, pasti akan pulang dengan kecewa . . iya saam, tuhan tidak menjanjikan keduniawian.
    membaca laporan rektor kemarin, jadi ada yang menarik . . halaman 14, tim pengadaan kampus baru, ada nama2 pak tarno, pak willi dan pak john t.
    dua nama pertama demikian menjaga kesejahteraan pegawai rendahan secara transparan, jujur . . . masing2 pegawai bisa menghitung gajinya sendiri dan hak kesejahteraannya . . . tanyakan pada mereka yang sudah bekerja di satya wacana tahun 90an, mereka tahu cara menghitung gajinya, pensiunnya, kesehatannya, fasilitas perumahannya . . . sekarang? . . wallahualam bi shawab, sampai jauh malam nggak bisa dijawab . . . kata pak pendeta broto semedi😛

    • matur suwun untuk komen nya mas. btw, boleh tau yang mas maksud itu universitas mana ya? kalo melihat nama-nama yang mas sebutkan (pak tarno, pak willi dan pak john t), mengingatkan aku kepada nama-nama rektor dari Univ. Kristen Satya Wacana ya..?

      salam,
      saam fredy

  2. Saam,

    Kadang terpikir betapa sia-sia-nya upaya yang Saam bikin demi kembalinya UKSW ke khittah, atau mungkin sekedar supaya UKSW tidak berorientasi pada nilai2 yang katro.

    Tapi, membuka blognya Saam ini membuatku melihat konsistensi Saam akan membuahkan hasil. Sedangkan batu pun jadi berlubang karena setetes demi setetes air yang jatuh padanya.

    Rada out of context tanggapanku Saam. So what? Yang terpenting, Saam tahu aku tengok, dan akan selalu melongok, dapurmu.

    GBU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s