Catatan Harian (37): Renungan Pak Tarno

kristushidup.com

Situs www.kristushidup.com menampilkan renungan harian Kristen. Sejumlah nama penulis sudah sangat familiar bagi civitas akademika Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Sejak di-launching (kalau tidak salah) awal tahun ini, Saya sesekali mampir menegok situs tersebut. Hari ini, ketika mampir, Saya membaca renungan yang sangat menarik.

Renungan tertanggal 5 Desember 2010 itu, ditulis oleh Pdt. Em. Sutarno. Beliau adalah mantan Rektor ke-2 UKSW. Berikut renungan itu…

Pencobaan karena Diri Sendiri

Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Dia (Yakobus 1:12).

Kalau kita peka terhadap larangan dan perintah Tuhan, maka dalam hidup ini, termasuk dalam pergaulan, pekerjaan dan karier, kita tentu pernah atau bahkan sering merasakan situasi, di mana kita diperhadapkan dengan godaan atau pencobaan untuk tidak perlu mengindahkan larangan atau perintah-Nya. Hal ini terjadi, karena kita merasa bahwa larangan atau perintah Tuhan itu, kalau kita jalankan, akan menghambat dan bahkan menggagalkan tercapainya keinginan kita. Pada sisi yang lain kita juga sadar, bahwa sebagai orang percaya, kita seharusnya menaati kehendak Tuhan. Situasi yang sedemikian itulah yang kita rasakan sebagai pencobaan. Sungguh, suatu situasi yang dilematis dan terasa tidak mudah untuk mengatasinya.

Sebenarnya, bagi orang beriman yang ingin benar-benar menaati Tuhan, sikap dalam menghadapi situasi pencobaan seperti itu harusnya sudah jelas. Semua yang tidak sesuai dengan kehendak dan hukum-hukum-Nya, harus dijauhi dan ditolak. Meskipun demikian, oleh pertimbangan-pertimbangan tertentu, sikap tegas dan cepat dalam menolak godaan itu sering tidak terjadi. Mengapa? Menurut Yakobus, hal itu disebabkan oleh “keinginannya sendiri” (ayat 14). Oleh sebab itu, Yakobus dengan tegas mengingatkan agar jangan ada orang yang berkata bahwa ia sedang dicobai Tuhan. Dengan kata lain, kita sendirilah yang telah mencobai diri kita sendiri. Menolak godaan atau pencobaan, dapat membawa risiko-risiko tertentu yang merugikan. Namun Yakobus menyatakan, “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan.” Artinya, barangsiapa tidak kalah oleh, dan menyerah kepada pencobaan tersebut, ia akan “berbahagia” atau selamat. Sebab, bagi orang yang mau mengasihi Tuhan, yang berarti juga mau menaati hukum-hukum-Nya, kepadanya akan dikaruniakan “mahkota kehidupan” yang nilainya jauh lebih tinggi dan mulia dari kerugian apa pun yang harus dipikul itu.

Dalam hidup, termasuk pergaulan, pekerjaan dan karier, kita sering harus berhadapan dengan pencobaan: setia dan taat kepada-Nya, atau ingkar dan melanggar kehendak-Nya, demi “keuntungan-keuntungan” yang dapat kita nikmati. Bertahan dan melawan, atau menyerah dan kalah? —Pdt. Em. Sutarno

Pencobaan timbul bukan oleh Tuhan ataupun siapa saja, melainkan oleh keinginan diri sendiri.

Sumber: www.kristushidup.com

(sfm).

2 thoughts on “Catatan Harian (37): Renungan Pak Tarno

  1. ya lah, sudah cukup tuhan selalu menjadi sasaran empuk buat tumpahan tuduhan dan prasangka dari manusia.

    tubuh manusia sudah dilengkapi dengan jiwa dan roh,
    tinggal bagaimana manusia mengolah dan memberdayakannya untuk dapat survive dalam perjalanan hidupnya di dunia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s