Catatan Harian (42): Selamat Jalan Pak Tri Kadarsilo…

tri-ijazah

Satu lagi putra terbaik Satya Wacana kembali kehadirat Sang Pencipta. Kali ini Tuhan memanggil Drs. Tri Kadarsilo, atau akrab aku panggil Pak Tri. Bergabung sejak tahun 1974, Pak Tri menjalani separuh dari usaianya mengabdi di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW).

Selama hidup, aku berkesempatan berbincang-bincang dengan Pak Tri, banyak hal yang kita bicarakan, mulai hal-hal sepele sehubungan dengan kehidupan bermahasiswa, hingga bicara tentang idealisme Satya Wacana. Topik yang kedua mendominasi pembicaraan-pembicaraan kami. Suatu saat dalam satu perbincangan, beliau sedih melihat keberadaan Satya Wacana yang mulai memudar jati dirinya. Hatinya tergugah karena Satya Wacana adalah tempat dimana dia menyerahkan separuh dari hidupnya. Menghantam tembok besar dan tinggi, itu kias. Kias untuk merujuk kepada para “punggawa” yang mulai lelah mendengarkan kebenaran dan menjauh dari firman.

Walau sesekali acuh, Tri selalu kembali ke fitrah Satya Wacana, karena Tri sadar dalam tubuhnya telah tumbuh pohon kesatyawacanaan. Akarnya kuat mencengkram tanah, batang dan dahannya menjulang menantang kemungkaran. Kuatnya akar itu karena telah dirawat dan dipupuk oleh kesederhanaan, kasih-sayang, dan iman yang tinggi oleh para pendiri Satya Wacana.

Akar yang kuat, tidak takut dengan badai, apalagi hanya hembusan”miring” dari ucapan orang-perorang. Batang yang kokoh, tidak takut dengan pengerat harga diri, tahta, apalagi limpahan materi. Dia tetap kukuh berdiri. Karena dia tau, hanya ajal yang mampu mencabut akar itu, dan itu bukan pekerjaan manusia. Dan waktu itu telah tiba.

Selamat jalan pohon rindang penguat Satya Wacana, selamat jalan dahan peneduh Satya Wacana, selamat jalan sang penjaga idealisme Satya Wacana, selamat jalan Pak Tri Kadarsilo

video_pak tri

Tri

Tri Kadarsilo, lahir di Salatiga, 7 November 1951. Mulai pendidikan dasar hingga sekolah menengah atas diselesaikan di kota kelahirannya itu. Pada usianya yang ke-25, Tri muda menyelesaikan pendidikan sarjana mudanya (bakaloreat) di Jurusan Geografi Fakultas Keguruan Ilmu Sosial Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen Satya Wacana (IKIPKSW). Menyelesaikan sarjana lengkap pendidikan jurusan pendidikan umum tahun 1982.

Selama berkuliah pernah bekerja sebagai pekerja harian tetap di Biro Admisi Regristrasi dan Akreditasi IKIPKSW. Menjadi asisten peneliti Drs. N. Daldjoeni dan Drs. Ng. Schulte Nordholt. Menjadi peneliti di Lembaga Penelitian Ilmu Sosial UKSW dan akhirnya dosen tetap dialmamaternya.

Pak Tri Kadarsilo menikah dengan Dwiyani Komariah, S.Pd., dan memiliki dua orang putra, dan dikaruniai seorang cucu. (sfm).

Catatan: Drs. Tri Kadarsilo wafat semalam (19/12), di RS Elisabeth Semarang.

5 thoughts on “Catatan Harian (42): Selamat Jalan Pak Tri Kadarsilo…

  1. meskipun baru sebentar mengenal beliau, saya merasa beruntung sempat berdiskusi panjang dengan beliau, dan itu sangat berguna bagi saya. ada beberapa project besar yg belum sempat terkerjakan, sayang beliau sudah berpulang, semoga ini menjadi jalan bagi lahirnya penerus beliau yang berikutnya.

  2. hadiah terakhir yg pak tri berikan ke saya, sebuah buku berjudul ” DISKURSUS dan PERUBAHAN SOSIAL ” Jacques Lacan
    trimakasih pak tri, buku itu adalah hadiah erindah darimu, selamat jalan, kami semua sangat merindukanmu ..

  3. ok saam, bukannya aku bosan komen diblog ini, tapi tentang pak tri sudah terlalu banyak saya debatkan, dan selalu sialan, nggak ada yang mendengarkan, he3
    saya sampai pada kesimpulan, pesimis akan kebenaran kesatyawacanaan pak tri dapat segera diterapkan
    pada masanya pak tri menjadi sekretaris pengurus dana pensiun satya wacana, sialnya kebetulan pak tri mengusut dana angsuran ke 10 (terakhir) dari belanda untuk psl (past serves liabilities) jaminan masa kerja para pegawai sebelum tahun 1981.
    hingga saat ini dana angsuran terakhir dari belanda itu tidak pernah masuk dana pensiun, entah beredar ke mana saja.
    untuk pendirian dana pensiun satya wacana 1981, pak tarno ke belanda membawa proposal permohonan bantuan dana psl, yang penyusunannya dibantu konsultan.
    bersambung lain kali ya saam . . . he3, kalah century😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s