Catatan Harian (44): RHK “Baru”, Harapan “Baru” juga kah?

Sebelum ibadah Senin (10/01), Campus Ministry Universitas Kristen Satya Wacana (CM UKSW) membagikan buku Renungan Harian Kampus (RHK). Tidak seperti penerbitan sebelumnya, kali ini RHK tampil “berbeda”, akankah juga membawa harapan-harapan baru?

Tema yang diangkat dalam RHK semester ini sangatlah tepat dengan kondisi politik-hukum di negeri ini. Tema diangkat dari Matius 5:6, “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan”. Kesaksian Matius tersebut tampaknya ingin menguatkan “para pencari kebenaran” agar terus dan tetap percaya memperjuangkan kebenaran, karena itulah yang diinginkan Tuhan.

Dari sisi fisik, RHK kali ini berbentuk buku saku, ukuran 10 x 15 cm. Sebelum-sebelumnya, RHK tampil dalam “kemasan” 14,5 x 20,5 cm. Dengan ukuran “mini” itu, RHK dapat dibawa di saku kemana saja.

Tampilan mini turut mempengaruhi jumlah halaman. Pada edisi-edisi sebelumnya, RHK tampil selama enam bulan, namun kali ini tampil dengan dua bulan saja (Januari sampai Februari).  RHK dua bulanan ini, berisikan 59 judul renungan, yang ditulis oleh 12 orang. Status keduabelas orang tersebut beragam, ada mahasiswa, dosen, pegawai nonakademik, dan satu orang pensiunan. Satu-satunya pensiunan yang menulis untuk RHK kali ini adalah Pdt. Em. Dr. Sutarno, mantan Rektor II UKSW. Renungan pembuka berjudul “Kasih Allah Begitu Besar” tanggal 1 Januari, dan ditutup dengan “Ketekunan Tanpa Bersungut-sungut”, tanggal 26 Februari 2011.

Bagi saudara-saudari yang berkeinginan menggunakan RHK sebagai renungan pribadi, dapat membacanya secara online di www.uksw.edu/renunganhariankampus. Setelah tampil dalam bentuk fisik dan online, mungkin kedepan RHK juga dapat “dimasukan” dalam telepon genggam ataupun smartphone. Lebih lagi, harapan munculnya RHK versi bahasa Inggris patut juga dipikirkan. Kesemua itu bertujuan agar RHK dapat dibaca oleh sebanyak mungkin orang, dengan menggunakan sebanyak mungkin media.

Kemajuan dan harapan di atas akan sangat absurd, jika kehadiran RHK tidak menjadi pilihan bacaan di awal pagi bagi civitas akademika UKSW. Berapakah diantara civitas yang menggunakan RHK sebagai bahan renungan sebelum memulai bekerja? Sudahkan RHK dibacakan dalam kelas-kelas pagi hari? (sfm).

2 thoughts on “Catatan Harian (44): RHK “Baru”, Harapan “Baru” juga kah?

  1. ini saya kopas dari facebook saam dengan judul yang sama

    #
    Wednesday at 1:35pm · LikeUnlike ·
    #
    Soni Sigilipoe
    aku belum dapat rhk ini saam, tapi judul2nya memang dari dulu sangat menarik, apalagi bagi orang yang haus dan lapar he3
    tapi sekarang nggak menarik blas saam hahahahaha
    kekuatan doa tidak hanya karena yang di tuju adalah tuhan, tetapi ketul…usan doa itu sendiri . . sudah lama saya tidak mendengarkan doa2 yang tulus dari mimbar bu uksw
    demikian sulit mencari kebenaran di uksw . . . eh apa iya :PSee More
    Wednesday at 3:12pm · LikeUnlike
    #
    Soni Sigilipoe
    satu hal saja coba saam, gunakan kebijaksanaanmu . . . saya kerja di uksw mulai tahun 1990, saat itu peraturan pensiun pegawai usia 60 tahun, peraturan sekarang usia 56 tahun setelah sempat diatur usia 55 tahun . . mana menurutmu yang setur…ut kebenaran hikmat tuhan untuk satya wacana??????
    roh kudus yang mana yang menuntun pejabat2 itu mempercepat usia pensiun? undang2? yang mana? bukannya itu iblis saam??
    visi, misi satya wacana dipertaruhkan, aneh kalau sulit membedakan iblis dan roh kudus hahahahaha . . :PSee More
    Wednesday at 3:21pm · LikeUnlike
    #
    Soni Sigilipoe
    sesungguhnyalah hikmat tuhan sudah beranjak dari satya wacana, padahal ayat semboyan sw, amsal 1: 7 ditutup dengan ‘orang bodoh menghina hikmat dan didikan’. mana pejabat sekarang yang paham hikmat????? mana kesejahteraan pegawai sekarang y…ang nggak amburadul???? pensiun jelas.. kesehatan apalagi, belum perumahan?? kelihatannya kita masuk uksw di tahun yang salah saam he3, coba masih rektor, yayasan yang diberkati hikmat dulu itu . . golongan II saja sudah bisa mengangsur perumahan di karangpete . . mau cari rumah dinas yang layak juga mudah dan murah . . sekarang?????? AUDZUBILLA BIN SALIB . . he3, sewanya selangit, tambah biaya perawatan, rumahnya nggak terawat . . :PSee More
    Wednesday at 3:34pm · LikeUnlike
    #
    Soni Sigilipoe
    sesungguhnyalah orang2 yang merusak pilar2 kesejahteraan, pensiun, perumahan, kesehatan . . ya orang2 itu juga hahahaha saya mentertawai betapa bodohnya kita . . mereka memberikan alasan yang mentereng secara duniawi, KRISIS EKONOMI GLOBAL!…!!!! haaaah bukannya gombal saam? ini sangar cenderung memfitnah tuhan, apa benar tuhan memberkati sw dengan krisis??? lha kok bisa menggaji orang2 di unit surplus itu 60x setahun??? waaaaaw!!! ah sudahlah, walau saya merasa bukan sw ini tempat saya melamar kerja dulu . . saya hanya merindukan rhk dan doa2 yang tulus, yang salah katakan salah, yang benar katakan benar . . pejabat2 itu hanya bisa bijak bila belajar dari sejarah, pengalaman, hikmat2 sw dulu . . kapan kira2 doa2 demikian akan menggema dari mimbar bu sw lagi saam ???? walahu alam . . . :(((See More
    Wednesday at 3:47pm · Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s