Catatan Harian (45): Apakah Itu Anda?

robhueniken.com

Membaca Renungan Harian Kampus (RHK) Universitas Kristen Satya Wacana pagi ini (13/01), serasa “menantang” mereka-mereka yang mengaku sebagai pengikut Kristus untuk kembali ke jati dirinya sebagai seorang Kristen. Berikut dibawah isi renungan selengkapnya.

2 Korintus 3:3
”Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia”

Seseorang pernah bertanya kepada saya, ”Pak, kenapa berani membela orang-orang kecil dan melawan pimpinan?” Sejenak saya terdiam, tertegun dan bertanya balik,”Kenapa saudara bertanya seperti itu?” Lalu dia menjawab, ”Tidak takut kalau nanti dipecat atau dipindahkan dari posisi sekarang?”

Saya tidak menjawab pertanyaan itu, melainkan bertanya kembali, ”Apakah kamu orang Kristen?” Kemudian dia menjawab dengan menganggukan kepala. ”Apakah kamu pernah membaca kisah-kisah para murid Yesus, ketika mereka memberitakan Injil?” Kembali dia menganggukan kepalanya. ”Kamu paham bahwa ketika para murid melakukan itu, mereka mempertaruhkan nyawa mereka?” Kembali dia mengangguk.

”Lalu apa hubungan antara kisah penyebaran Injil di masa Kristus dengan pertanyaan saya diawal, Pak?” kembali dia bertanya dengan keheranan. ”Ya, kalau kita merasa orang Kristen, kita adalah murid-murid Yesus, maka kita memiliki tugas juga untuk menyebarkan kebenaran Injil kepada sesama manusia,” jawabku. Contoh-contoh sederhana yang bisa kita lakukan adalah tidak korupsi, tidak sewenang-wenang, tidak mencari muka demi kepentingan diri sendiri, ataupun tidak berbohong.

”Loh, kita kan bukan pendeta atau penginjil Pak. Kenapa kita harus bersusah-susah untuk menginjili?”. Saudara/i tugas panggilan mewartakan kebenaran itu adalah tugas kita. Bukan pendeta atau penginjil semata. Tentu kalau kita mengaku bahwa kita adalah pengikut Kristus. Jika mereka menginjili sampai ke pelosok-pelosok daerah, maka kita menginjili lewat perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan ajaran kebenaran Tuhan, di mana kita ditempatkan. Di tempat kerja ataupun di lingkungan kita tinggal. Sebab kita adalah surat Kristus yang terbuka dan di baca oleh semua orang.

sumber: renungan harian kampus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s