Catatan Harian (52): Menggugat Merah-Putih, Bisakah?

Beberapa hari belakangan ini, pemberitaan di situs berita Sidney Morning Herald (SMH) online Australia diwarnai dengan perdebatan tentang upaya untuk mengganti bendera kebangsaan negeri Kangguru itu. Alasan yang diajukan adalah karena bendera yang lama lebih mempromosikan negara lain, dan tidak mencerminkan Australia yang sejati. Lalu, bagaimana dengan Sang Saka Merah-Putih di mata Indonesia?

Ausflag adalah motor penggerak dibalik kampanye perubahan tersebut. Didirikan oleh Harold Scruby dan sejumlah warga Australia yang seide pada tahun 1981, merupakan organisasi nonprofit. Misi mereka, mencari dukungan bagi perubahan bendera negara. Ausflag menawarkan beberapa desain bendera, diantaranya:


Menimbang persoalan tersebut, tergelitik juga untuk mempertanyakan, “Apakah Merah-Putih telah merepresentasikan bangsa ini, sebagai negara republik, demokratis, dan juga menjaga kepentingan hak asasi manusia, sesuai dengan keinginan reformasi 1999?”

Perdebatan tentang sejak kapan Indonesia ada sebagai negara masih terjadi hingga hari ini. Apakah Indonesia telah dikenal di Jaman Majapahit, sehingga warna merah-putih serta merta dapat digunakan sebagai warna bendera kebangsaan kita?

bendera Majapahit

Wikipedia berbahasa Indonesia mencatat bahwa warna kebangaan Kerajaan Majapahit bukan menjadi satu-satunya referensi cikal bakal bendera kebangsaan kita, karena warna merah-putih juga digunakan oleh Kerajaan Kediri, yang telah lebih dulu menggunakan sebelum Majapahit. Raja Besar Tanah Batak, Tuanku Sisinggamangaraja IX dan XII pun memakai merah-putih sebagai benderanya. Wikipedia juga mencatat, bahwa pejuang Aceh juga menggunakan warna merah-putih. Begitu juga Kerajaan Bugis Bone di Pulau Sulawesi dan Panji-panji Diponegoro saat melawan pemerintahan kolonial Belanda.

 

bendera Sisingamangaraja XII

Sekali lagi, apakah Majapahit itu Indonesia? Apakah Kerajaan Batak, Aceh, Bone, dan Diponegoro, berjuang dalam nama negara Indonesia Raya? Dan perlu diingat bahwa mengklaim warna merah-putih sebagai bendera kebangsaan, dapat diartikan juga bahwa kita mengklaim kebesaran Kerajaan Majapahit, yang notabene penjajah bagi kerjaan lain di sekitarnya?

 

Satu lagi, negeri ini telah berubah banyak secara politik, ekonomi, ssosial, budaya, dan pertahanan keamanan, berbeda jauh sejak diproklamasikan oleh Sukarno-Hatta. Ditambah dengan hembusan angin reformasi tahun 1999, yang menghantar turunnya “Kerajaan Soeharto”. Dengan konflik sejarah dan berbagai perubahan-perubahan tersebut, masihkan Merah-Putih merepresentasikan Indonesia yang baru ini? Dimana dalam konstitusinya secara jelas menyatakan penghormatan akan Hak Asasi Manusia, demokrasi, dan negara yang republik (bukan kerajaan layaknya Majapahit, Bone, dll)?

Jika jawabannya YA, itu berarti selesai sampai disini perbincangan ini. Jika jawabannya TIDAK, apakah negeri ini membutuhkan sebuah bendera kebangsaan yang baru, yang mampu merepresentasikan keindonesiaan kini? Bendera yang mampu menunjukan identitas Indonesia yang seutuhnya, Indonesia yang menghormati HAM, berdemokrasi, dan bukan kerajaan.

Mari berdiskusi… (sfm).

5 thoughts on “Catatan Harian (52): Menggugat Merah-Putih, Bisakah?

  1. pertanyaan berikutnya:

    apakah jika terjadi perubahan yg tidak terwujudkan dalam lambang merahputih,harus dganti?jika ya,apakah jika 2015 tjadi perubahan thd masyarakat indonesia maka akan diubah lagi?jika ya,maka sampai kapan ‘ketidakkonsistenan’ bendera itu akan terjadi?sebab perubahan itu akan terus terjadi.bendera yang notabene lambang..

    Bagaimana jika seperti ini:
    jika memang wajah negeri tidak demokratis lagi,maka ubahlah wajah kita.
    Jika memang rupa negeri ini tidak ramah lagi maka ubahlah rupa kita.
    Jika memang raut negeri ini tidak patriotis lagi maka ubahlah raut kita.
    Maka jika dunia tidak seperti adanya lagi,maka ubahlah diri kita.

    Mari diskusi..

  2. “mengklaim warna merah putih sebagai bendera kebangsaan, berarti kita mengklaim kebesaran Majapahit, yang notebene penjajah kerajaan lain disekitarnya..”

    Bung Sam, sepertinya kesimpulan itu perlu penjelasan lebih jauh ya… menurutku tidak ada klaim menge-klaim dalam hal merah putih. karena warna “merah” memang menantang untuk dijadikan simbol. kita liat aja bendera negara-negara dunia, kebanyakan pasti memiliki unsur warna merah.

    kemudian masalah majapahit yang merupakan penjajah untuk kerajaan-kerajaan disekitarnya. Apakah Bung Sam ingin mencoba menarik kesimpulan lagi……????

    Tapi, saya tetap setuju dengan spirit penulisan Bung. bahwa simbol merah-putih yang diyakini oleh orang jaman dulu… sekarang mulai bergeser. bagaimana “keberanian” dan “kesucian” yang dimaknai jaman doeloe tidaklah sama dengan pemahaman masa kini…

    dan jika ini terjadi…….. saya setuju dengan komen SUSET di atas.

    salam Bung Sam………

  3. @mas suset dan mas mbeling: pertama saya ucapkan terima kasih untuk komennya.

    kedua: (1) menjawab pernyataan mas suset, menurut saya para foundings father lumayan tergesa-gesa dalam membentuk Indonesia, sehingga hasil dari pembentukan itu masih bersifat prematur.
    khusus masalah bendera, maka saya pikir dengan adanya bendera baru, maka kita meninggalkan ciri primordialisme dan kolonialisme diantara sesama kerjaan di negeri nusantara waktu itu. lalu apakah bendera akan berubah2 dikemudian hari, sya pikir kenapa tidak, apakh itu tanda inkonsistensi? menurut saya tidak…malah itu tanda transformasi. btw, uud’45 saja bisa di amandemen, kenapa bendera tidak?

    (2) mas mbeling, betul mas kebanyakan kerajaan nusantara memiliki warna merah-putih (demikian klaim wikipedia bahasa indonesia), jadi menurut saya jika kita menggunakan warna itu, kita masih mengakui eksistensi kerajaan2 saat itu, walau kita negeri ini sebenarnya baru dideklarasaikan secara resmi 1945.

    ada yg bilang, bahwa negeri ini hrs belajar sejarah, well pertanyaan saya sederhana…Indonesia itu ada sejak kapan, dan wilayahnya hingga mana? Jikakita mengklaim Indonesia itu Majapahit, maka kenapa wilayah majapahit lainnya (sabah dan serawak) tidak menjadi bagian Indonesia?

    arti bendera negara adalah adigung luhur bagi bangsa ini. walaupun banyak oknum yg merusaknya, tapi saya pikir kita hrs tetap megimani bahwa itu adalah tindakan oknum, bukan secara keseluruhan.

    Jika merah-putih itu berubah menjadi merah-putih-hitam, apakah akan berdampak kepada kebangsaan bangsa kita?

  4. Warna Merah Putih saya rasa sudah menjadi tonggak sejarah bangsa ini. Bahkan sebelum majapahit menggunakan bendera Merah Putih, di abad ke-7 pun Sriwijaya juga menggunakannya.
    Untuk apa merubah sesuatu hanya krna pandangan soal perubahan dan reformasi yang ada. Krna bendera merah putih sdiri sudah menjadi kebanggaan bangsa ini sejak nenek moyang nusantara lama.
    Jadi tidak perlu lah membuat diskusi trlalu panjang utk merubah bentuk bendera. Karna jika alasanny krna penghormatan akan Hak Asasi Manusia, demokrasi, dan negara yang republik kmudian bendera harus selalu drubah2. Saya rasa pemikiran anda terlalu kekanak2an dan trlalu mudah mendikte sejarah dri founding father negara ini sdiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s