Catatan Harian (57): Ateisme Pemeluk Agama

Di tegah carut-marut politik dan hukum, perusakan rumah ibadah yang kerap terjadi, semakin mengentalkan aroma akan hadirnya pemeluk agama yang ateis. Mereka adalah pemeluk agama yang ber-Tuhan, namun sayang mereka memaknai Tuhan dalam pemikiran sempit. Tuhan yang Maha Luas itu hanya dipahami sepanjang akal manusia. Dalam keadaan ini, Tuhan mati.

ketika Tuhan mati, yang bekerja murni sang manusia,

manusia dengan segenap kelemahan,

dan kefanaan.

Awal kematian Tuhan, ketika manusia beragama sudah mulai mengenal iri, dengki, dan berfikir bahwa dialah yang paling benar. Kebenaran yang absurd, ketika itu dipaksakan dan diperjuangkan dengan kekerasan. Tuhan mati yang haus justifikasi.

Tuhan meminta pembenaran, dengan merenggut nyawa,

siapa saja yang berbeda,

sekalipun itu anda.

(sfm).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s