Catatan Harian (65): Politik Warna Pemilukada Salatiga

Sejumlah warna partai akan menghiasi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kota Salatiga yang akan berlangsung bulan Mei 2011 nanti. Ibarat pelangi, semakin banyak warna menghiasi, akan semakin indah, dengan catatan bahwa warna-warna itu mampu merepresentasikan keberagaman yang sejati, yaitu keindahan hakiki sebagai bangsa Indonesia.

Sejumlah nama sudah sejak lama menghiasi media lokal (termasuk Jawa Pos Radar Semarang untuk halaman Salatiga) dan spanduk-spanduk mohon doa restu yang dengan mudah dilihat di tepi-tepi jalan. Nama-nama tersebut sudah tentu telah mendapat angin dari berbagai partai politik untuk maju dalam Pemilukada Salatiga.

Koalisi Merah dan Biru Muda (Meruda) baru saja mendeklarasikan pasangan Cawali dan Wawali “Dihati”. Si Meruda yang diusung oleh Partai Banteng Moncong Putih dan Matahari Terbit, tampil percaya diri untuk memenangkan Pemilukada kali ini. Dengan perhitungan kemenangan Pemilu Legislatif di Kota Salatiga, Si Meruda telah memiliki modal yang cukup lumayan. Si kecil Unggu merapat dalam kibaran bendera Meruda.

Duet warna putih dan biru (Piru) pun, sudah jauh-jauh hari mendeklarasikan calonnya. Dengan mengusung motto: “Muda dan Inovatif” dan Misi untuk menjadi SMART (Kota Salatiga semakin Sejahtera, Mandiri, dan Bermartabat), Si Piru mantab menatap simpati masyarakat dalam Pemilukada Salatiga.

Walau mengalami masalah internal, Si Kuning menggemakan pasangan gaek “PoRos”. Menguasai hampir 15% pemilih saat Pemilu Legislatif Kota Salatiga 2009, Si Kuning masih cukup nyaman untuk mengusung muka-muka lama dalam peta politik Kota Salatiga.

Lalu ada juga Si Biru, yang mencoba menebar “Wangi” dalam Pelimukada tahun ini. Negeri inipun memberikan kesempatan bagi SI Putih independen (Putin) untuk maju dalam Pemilukada.

Seperti yang telah disinggung diawal, bahwa perpaduan warna akan mampu menunjukan keberagaman sehebat pelangi, jika setiap warna mampu menunjukan keindahan hakiki. Keindahan hakiki merujuk tidak saja kepada keindahan artifisial yang tampak di permukaan, namun juga menunjukan inner beauty yang ada di dalam. Perpadauan keindahan artifisial dan inner beauty warna-warni yang diusung dalam Pelimukada nanti, akan mampu mempesona setiap mata dan hati yang memandang.

Si Merah harus mampu menunjukan sikap nasionalisnya, Si Biru haruslah mampu secara benar menyampaikan amanat rakyat, sehingga perpaduan Meruda akan menunjukan keperkasaan Nasionalis-Merakyat yang sejati. Begitu juga seharusnya Si Kuning, “PoRos” sejatinya harus mampu menunjukan sikap mengayomi, ketimbang (misalnya) hanya bersandar sejarah dan pemilih tradisional masa lalu yang kelam.

Inner beauty dari warna-warni itu sepatutnya dapat diwujudkan juga dengan perbuatan aksi nyata. Nasionalis-Merakyat berarti mampu mengedepankan kepentingan nasional dan rakyat jika dikemudian hari keluar sebagai pemenang pemilihan warna. Begitu juga dengan warna-warni lainnya.

Warna Meruda, Piru, Kuning, Biru, Putin ataupun lainnya, tidak akan mampu menyaingi keindahan pelangi, selama mereka tidak mampu berjalan beriring bersama sebagai satu keindahan. Keindahan yang menuntut satu persamaan, yaitu sebagai bangsa. Bangsa Indonesia dengan warna kebersamaan yang mempersatukan kepelbedaan kita, yaitu Sang “Merah-Putih”.

Keindahan hakiki dari warna-warni dalam Pemilukada 2011, haruslah menempatkan Sang Merah-Putih sebagai landasan kebersamaan sebagai bangsa. Karena hanya Merah-Putih yang mampu memadukan Si Merah “Nasionalis”, Si Hijau “Relegius”, SI Kuning “Pengayom”, ataupun Si Biru “Amanat Rakyat”, dan lainnya, menjadi kekuatan sejati di langit Indonesia Raya. Langit yang teduh bagi lebih dari 170 ribu jiwa warga Salatiga yang terkenal dengan kemajemukan dalam etnisitas, pemeluk agama, serta budaya.

Jika setiap calon, partai pengusung, dan individu pemilih memahami kesejatian hakiki warna-warni ini, maka tidak perlu ada warna hitam dalam lembar kehidupan politik Pemilukada Salatiga bulan Mei 2011 nanti. Warna hitam tidak hanya mampu mendisharmonikan warna-warni itu, hitam juga mampu merenggut kehormatan “Merah-Putih” dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita ini.

Apapun pilihan warna Anda nanti, entah itu Meruda, Putin, Piru, Hijau, Kuning, Putih, ataupun Biru, dalam Pemilikada Salatiga 2011, bulan Mei, pastikan untuk menyematkan di dada kita bersama Sang Merah-Putih terlebih dahulu, sambil mengingat “Politik warna-warni Pemilukada di Kota Salatiga bolehnya seindah pelangi, tapi tetap langitku adalah Merah-Putih”.

Catatan: Tulisan ini terbit di halaman Politika, Jawa Pos Radar Semarang, 18 Februari 2011.

One thought on “Catatan Harian (65): Politik Warna Pemilukada Salatiga

  1. Pingback: CH (111): Gelar “Pilkada Salatiga” di Satya Wacana | saam fredy marpaung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s