CH (71): Discipline, Strategy, and Command

Buku Biografi Sintong Panjaitan (SP), Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando, yang semalam aku baca, bukanlah satu-satunya buku berbau militer yang pernah aku “lalap”. Namun ada satu kesamaan yang aku tarik dari beberapa buku tersebut, yaitu pentingnya discipline, strategy, dan chain of command (DSC2). Tiga hal itu adalah bagian kecil dari kekuatan militer, namun menjadi soul dari operasi militer. Salah satu wujud konkrit dari hal itu ketika prajurit komando Indonesia, di bawah pimpinan SP, melumpuhkan aksi pembajakan pesawat DC-9 milik Garuda Indonesia, tahun 1971, yang dibawa pembajak ke Bangkok.

Sebenarnya, dalam kadar yang pas (menjauhkan kesan militeristik), DSC2 dapat bermanfaat bagi pengelolaan institusi pendidikan di negeri ini, terutama bagi para pimpinan lembaga. Kemampuan pemimpin untuk mendisiplinkan dirinya terlebih dahulu dan bawahannya (tanpa terkesan kaku), mengartikulasi strategi-strategi yang cocok (tanpa terkesan sombong dengan ide sendiri), dan mampu menegakkan wibawa (namun tetap egaliter), sangat penting. Ketidakmampuan pemimpin untuk melakukan itu akan berakibat fatal bagi lembaga yang dipimpinnya.

Seorang prajurit pun ber-Tuhan, ketika masuk ke wilayah tempur, doa tetap dipanjatkan, namun DSC2 tetap dipatuhi, sehingga tidak pernah ada kata, “tanpa perencanaan, kita serahkan semua kepada Tuhan”. Karena itu konyol. (sfm).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s