CH (77): Pengadilan Mas Joko Socritis (Bagian1)

Mas Joko Socritis, yang hidup dalam suatu masa di sebuah lingkungan perguruan tinggi, dipanggil menghadap kehadirat para agung pendidik dalam sidang terbuka. Mas Socritis dituntut atas perbuatan yang telah ia lakukan. Sebagai warga civitas yang baik, Mas Socritis datang memenuhi undangan tersebut.

Di balai agung universitas, telah duduk dibangku kehormatan, 500 pemberi keputusan. Meleto bin Meleto, seorang doktor filosophis di bidang iustitia, berpendidikan tinggi diantara para penuntut, bertindak sebagai juru bicara. Sidang dibuka dan terbuka untuk umum, mayoritas yang hadir adalah mereka yang sakit hati atas tindakan Mas Socritis selama ini, yaitu para bangsawan akademis dan penguasa kepentingan.

Ketua Dewan Pemberi Keputusan:

Civitas yang terhormat. Hari ini kita akan menentukan keputusan bagi Mas Socritis, apakah dia benar atau dia harus mati dengan minum racun ini. Sebelum pengambilan keputusan, mari kita dengarkan tuntutan dan pembelaan para pihak-pihak, yang tentunya akan menjadi dasar pertimbangan pengambilan putusan nantinya. Saya persilahkan Mas Meleto untuk mengajukan tuntutannya.

Meleto:
Yang terhormat Para Pemberi Keputusan dan segenap civitas yang saya cintai. ….dua tuduhan, yang saya ajukan kepada Mas Socritis. Tuduhan pertama adalah, Mas Socritis ini menggunakan ayat-ayat Sang Khalik untuk menyerang para bangsawan akademisi agar kembali kejalan yang benar. Tentu ini adalah penistaan besar terhadap keberadaan Sang Khalik Yang Transenden dan Tidak Bisa Dikutak-katik. Selain sudah tentu, ini merupakan bentuk kemunafikan besar bagi dirinya sendiri yang adalah seorang pendosa. Untuk apa sesama pendosa, harus saling mengingatkan. Mas Socritis haruslah membersihkan dirinya dulu sebelum berkoar-koar tentang kebenaran firman Sang Khalik. Sungguh tindakan yang tidak terpuji….

 
Yang kedua, Mas Socritis ini telah mencemari otak segenap civitas terutama anak-anak muda dengan tulisan-tulisannya yang mengobarkan semangat untuk melawan para pimpinan pendidikan di sini. Ini sungguh tidak bisa diterima dan tindakan yang sangat bodoh. Para pimpinan adalah penguasa dengan gelar nan tinggi, maka penghormatan atas pimpinan adalah wajib dan harus dilakukan oleh segenap civitas termasuk Mas Socritis. Bukan sebaliknya, menuliskan hal-hal yang tidak berdasar tentang banyak hal…

 
bersambung… (sfm).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s