CH (80): International Women’s Day Around The Globe

Setiap 8 Maret, masyarakat dunia merayakan International Women’s Day (IWD, Hari Perempuan Sedunia), atau awalnya dikenal sebagai International Working Women’s Day. Tahun 2011 merupakan tahun ke-100 peringatan IWD. Lalu bagaimana masyarakat dunia memperingati IWD, berikut adalah isu-isu menarik seputar IWD dari sudut pandang sejumlah media online di berbagai belahan dunia.

Asia

Kompas, Indonesia:

Kompas merekam tiga isu besar yang diangkat oleh sejumlah aktivis perempuan Indonesia, yaitu; (1) Kenaikan Upah; (2) Stop perdagangan perempuan (women trafficking); dan (3) Kekerasan (baik Kekerasan Ddalam Rumah Tangga, maupun kekerasan secara seksual).

ShanghaiDaily, Hongkong:

Memperingati IWD, ShanghaiDaily menurunkan satu berita unik tentang daftar perempuan yang menjadi headlines pemberitaan, baik berita baik dan buruk, berasal dari peneliti, petani, hingga selingkuhan. Di dalam daftar terdapat, diantaranya: (1) Hou Yifan, perempuan termuda yang memenangi kejuaran catur tingkat dunia; (2) Ma Nuo, yang menjadi symbol perempuan glamor; (3) Zhang Xin, satu-satunya pebisnis peremuan di ajang Davos.

Australia

Sydney Morning Herald:

Lebih dari seribu perempuan (dan ada juga kaum pria) berbaris di jalan-jalan Sydney menuntut kembali hak-hak perempuan, seperti dilakukan juga oleh masyarakat diberbagai belahan dunia. Tema yang diusung, “Fair Go for Women”. Beberapa isu yang diangkat adalah (1) Upah Perempuan; (2) Perempuan dalam Tahanan; (3) Aborsi; dan (4) Kehamilan bagi Pekerja Perempuan.

Afrika

Al-Ahram, Mesir:

Fatma Khafagy, aktivis perempuan Mesir menulis opininya di Al-Ahra, tentang peran perempuan dalam perubahan di Mesir dengan turunnya Preaiden Husni Mubarak. Melihat keberadaan perempuan berdiri bersama-sama dengan para pria dalam demonstrasi di Tharir Square, Fatma berharap adanya perubahan juga dalam persoalan gender di Mesir, memberikan kesempatan yang sama kepada kaum perempuan untuk ikut membangun Mesir.

The Daily Nation, Kenya:

Tiga artikel menarik diturunkan oleh The Daily Nation, pada tanggal 8 Maret 2011. Dalam masalah politik local, aktifis perempuan Kenya menyerukan agar para politikus Kenya untuk membuang energy mereka lebih mengimplementasikan konstitusi ketimbang dihabiskan untuk bertengkar. Para aktivis berpendapat bahwa pertengkaran politisi mampu menghambat proses pembuatan undang-undang tentang kesetaraan gender.

Isu kedua yang diangkat adalah seputar kesehatan bagi pekerja perempuan. Kebutuhan pusat-pusat kesehatan diperlukan untuk menjaga kesehatan pekerja perempuan saat kehamilan. Telah banyak kasus kematian perempuan saat kehamilan di Kenya.

Ketiga, The Daily Nation mengangkat kisah inspirasional tentang Naomi Musogo dalam menjalankan bisnis jahitnya.

Amerika

The New York Times, Amerika Serikat:

Sejumlah artikel manarik diturunkan New York Times, namun hanya satu yang menarik perhatian saya, yaitu tulisan Nicholas Kristof, berjudul, “Do Women Leaders Matter?”. Kristof mempertanyakan peran perempuan dalam memajukan kaumnya sendiri. Kasus menarik yang terjadi di Bangladesh dipaparkan sehubungan hal itu. Seorang M. Yunus mampu memberdayakan perempuan di negerinya dan akhirnya meraih Nobel Perdamaian, namun disisi lain, Bangladesh memiliki seorang perdana menteri perempuan, Sheikh Hasina, yang menurut Kristof tidak mampu berbuat banyak bagi kaumnya sendiri.

The Gleaner, Jamaica:

Satu tulisan menarik disajikan The Gleaner, dengan bertanya apa arti penting IWD bagi perempuan. Walau Jamaika tidak luput dari permasalahan keadilan, kemiskinan, perjuangan terhadap hak-hak perempuan, namun perempuan Jamaika telah berkembang cukup baik, namun ada satu yang kurang, yaitu kurang sepadannya perkembangan itu dengan perlakuan yang sama seperti kaum laki-laki.

Eropa

The Guardian, Inggris Raya:

Dari sekian banyak artikel seputar IWD yang ada di Guardian, tulisan di The Women Blog Jane Martinson berjudul, “Why statistics matter on international women’s day”. Dalam tulisannya, penulis mengerti bahwa pentingnya inspirasi bagi perempuan. Walaupun penilaian inspirator sulit untuk diukur, pemilihan cara dengan menggunakan inspirator perempuan dikarenakan cara itu mampu mempengaruhi perempuan-perempuan lainnya.

Spiegel, Jerman:

Koran online Jerman, Spiegel, menampilkan potret buram perempuan-perempuan dalam penjara.

Klasik

Berdasarkan paparan di atas, masalah klasik seperti gender, kekerasan, dan hak-hak perempuan, masih mendominasi isu IWD tahun ini. (sfm).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s