CH (84): Yayasan, “Terperangkap” dalam Tubuh Sosial

Membaca secara cepat buku Dr. Tri Budiyono, S.H., M.Hum. (Dosen Fakultas Hukum UKSW), berjudul “Transplantasi Hukum: Harmonisasi dan Potensi Benturan (Studi Transplantasi Dokrin Yang Dikembangkan dari Tradisi Common Law pada UU PT)”, Griya Media, 2009, menunjukkan bahwa perkembangan pemikiran hukum tentang badan hukum Perseroan Terbatas (PT) lebih cepat ketimbang badan-badan hukum lain, termasuk Yayasan tentunya.

Kecurigaan banyak orang tentang kenapa hal tersebut bisa terjadi, pasti berujung kepada faktor ekonomis yang mengikuti permasalahan PT, ditambah lagi dengan pengaruh globalisasi ekonomi. Hal serupa disampaikan oleh penulis buku tersebut dengan menyatakan bahwa, “…karena pengaruh perkembangan ekonomi yang bersifat global, hukum ekonomi cenderung berkembang mengikuti alur perkembangan ekonomi.”

Perkembangan cepat pemikiran terhadap badan hukum PT ini, mungkin dapat mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung kepada badan-badan hukum lain. Ambil contoh, bagaimana dengan posisi badan hukum Yayasan yang memiliki PT?

Berbeda dengan PT, Yayasan lebih menfokuskan kepada kegiatan bersifat nonprofit di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan, walau menurut saya tidak ada yang bisa menjamin seratus persen bahwa hal itu benar dilakukan. Tampaknya, ciri khas sosial dan nonprofit ini telah menjerat pemikiran bahwa Yayasan tidak semenarik PT, bahkan cenderung mengabaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi seputar masalah-masalah hukum yang timbul di dalam Yayasan ataupun antara Yayasan dan perusahaan-perusahannya.

Kemungkinan-kemungkinan seperti: (a) terjadinya saling lempar tanggung jawab antarorgan yayasan; (b) pengunaan kekuasaan secara berlebih, atau bisa juga mengartikan delegasi kewenangan secara berlebihan; (c) tidak menjalankan kewajibannya; dan (d) berbisnis secara tidak fair dengan menggunakan jabatannya, bisa saja terjadi.

Sifat sosial memang mengikat badan hukum Yayasan secara lembaga, namun sama seperti PT, kadang oknum-oknum yang ada didalamnya, sulit untuk ditata secara normatif. Oknum tersebut mampu menggunakan topeng sosial untuk mengeruk keuntungan pribadi dan/atau kelompok. (sfm).

Catatan: Terima kasih saya kepada Pak Tri atas kesempatan yang diberikan untuk membantu sebagai salah satu asisten peneliti, saat penyusunan disertasinya. Banyak ilmu yang saya timba.

3 thoughts on “CH (84): Yayasan, “Terperangkap” dalam Tubuh Sosial

  1. ada resistensi saat yayasan terlalu banyak diatur krn pd dasarnya yayasan menyelenggarakan “pelayanan” yg tdk dpt diberikan olh negara. Ada pengalihan tanggung jwb dr negara kpd civil society. Disisi lain Yayasan dan jg lembaga nirlaba lainnya bergerak dr moral wujud tanggung jwb sosial masy.

    • Terima kasih Bu Dyah atas komennya. Saya setuju bu, memang ada resistensi dari lembaga-lembaga nirlaba, terkhusus Yayasan, saat negara mencoba mengaturnya dalam aturan formal, terbukti dengan penolakan yayasan-yayasan pendidikan terhadap BHP. Namun, seperti saya singgung dalam tulisan di atas, bahwa “pelayanan” kadang dipakai “kedok” bagi sejumlah oknum dalam yayasan.

      salam,
      sfm

  2. Disitulah hukum berperan, krn pelanggaran tdk dpt ditegakkan dg moral. UU yayasan yg ada telah mengatur apa yg Sam kemukakan, walau penegakannya yg blm dilakukan. Dari 250-an putusan di MA yg terkait dg sengketa yayasan msh dlm lingkup perdata dan lebih byk ke konflik pengelolaan (nota bene perebutan aset). Masalah hkm yg Sam soroti blm aku lihat di ranah penegakan hkmnya. Paling tdk ada 2 penelitian yg menyoroti penyalahgunaan yayasan utk aktivitas bisnis, yaitu yayasan militer (Lex Riefel) dan yayasan2 plat merah(Lex Riefel dkk) tp itu semu tdk dlm penyelesaian peradilan. Khusus utk yg militer sbnrnya sdh ada kebijakan presiden ttg itu, dan mestinya selesai akhir 2011 ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s