CH (87): “A Right to be Forgotten”

Uni Eropa (UE) sedang berusaha menggolkan rencana untuk menetapkan satu hak, yaitu “a right to be forgotten” bagi masyarakat UE. Jika hal itu setujui oleh Parlemen UE, maka situs-situs jejaring sosial akan dipaksa untuk memberikan hak itu kepada pengguna dari masyarakat UE. Masalah privasilah yang mendalangi keinginan dari lahirnya hak itu. Demikian ditulis The Guardian, kemarin (16/03).

Mungkinkah, “A Right to be Forgotten” bisa menjadi satu dari Human Right (Hak Asasi Manusia) di kemudian hari, mengingat semakin tingginya intensitas dan ketergantungan manusia pengguna media jejaring sosial? Ataukah ini hanya strategi ekonomi UE untuk meredam dominasi situs-situs jejaring sosial yang dominan berbasis di Amerika Serikat yang maruk (serakah) mengeruk Euro? (sfm).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s