CH (90): Berdoa untuk Pensiunan Satya Wacana

Ide “Berdoa untuk Pensiunan Satya Wacana” ini muncul setelah mendegar beberapa komentar tentang nasib para pensiunan Satya Wacana. Kenapa harus berdoa? Karena sebagai manusia dengan batas-batas kemampuan, doa menjadi sandaran. Ketika akal sehat sudah tidak mampu lagi menjadi solusi, karena ketamakan dan egoisme manusia, hanya dalam doa kita mampu tetap berdiri.

Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! (Roma 12:12).

Jika anda tergugah (siapapun anda), mari berdoa bersama-sama, setiap hari (mulai hari ini) hingga perayaan Paskah 2011 nanti. Selipkan doa-doa anda untuk para pensiunan Satya Wacana, agar mereka tetap tegar menjalani hidup yang semakin berat ini. Agar Tuhan tetap menjaga hati mereka, sebagaimana mereka telah menjaga Satya Wacana dengan sepenuh hati…(sfm).

3 thoughts on “CH (90): Berdoa untuk Pensiunan Satya Wacana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s