CH (91): Benchmark: Udinus, Unika, UKSW

Pada tahun 2009, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang mengklaim dirinya sebagai universitas terbaik ke-6 di Indonesia dalam bidang Teknologi Informasi versi Tempo. Dengan klaim tersebut, menempatkan Udinus sebagai yang terbaik di Jawa Tengah (Jateng). Dengan menggunakan data yang ada di evaluasi.dikti.go.id, mari kita mencoba secara sederhana melakukan benchmark 3 universitas yang dianggap “bergengsi” di Jateng.

Ketiga universitas itu adalah Udinus sendiri, Universitas Sogijapranata (Unika), dan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Karena klaim Udinus adalah terbaik dalam bidang Teknologi Informasi, maka benchmark ini hanya akan melihat ke satu program studi strata satu saja, yaitu Teknik Informatika. Data yang digunakan, jumlah dosen tetap dan mahasiswa, adalah data-data yang tersaji di evaluasi.dikti.go.id hingga Semester Genap 2009.

Jika dilihat dari komposisi dosen, maka dapat diketahui bahwa Udinus berada di posisi puncak dengan total dosen tetap sebanyak 71 orang, walaupun dominan diisi oleh pengajar dengan strata pendidikan masih sarjana. Posisi kedua diduduki UKSW, dengan total dosen tetap sebanyak 29 orang. Mirip dengan Udinus, pengajar Teknik Informatika UKSW kebanyakan adalah lulusan sarjana. Diposisi akhir, Unika dengan 11 dosen tetap, 2 diantaranya telah menyandang pendidikan srata 2. Dari ketiga universitas tersebut, hanya UKSW yang memiliki dosen tetap dengan strata pendidikan S3, walau hanya seorang.

Melihat tabel di atas, jumlah mahasiswa aktif semester ganjil 2009 Udinus adalah terbanyak, kedua UKSW, dan ketika Unika. Menarik jika kita membandingkan jumlah mahasiswa ketiga universitas pada 2 semester yang berbeda, yaitu semester ganjil (gasal) 2009 dan semester genap (genap) 2008. Udinus memiliki jumlah mahasiswa aktif pada semester ganjil sebanyak 2452, pada semester sebelumnya tercatat 3680, itu berarti ada pengurangan sebanyak 1228 mahasiswa aktif. Unika sendiri malah terjadi penambahan 1 orang mahasiswa, sedangkan UKSW terjadi penambahan sebanyak 107 mahasiswa.

Saya tidak ingin mengambil kesimpulan dengan sajian data-data sederhana di atas, karena saya sadar bahwa para pembaca tulisan ini adalah orang-orang yang pintar untuk menyimpulkannya sendiri. (sfm).

6 thoughts on “CH (91): Benchmark: Udinus, Unika, UKSW

  1. Hehehe gak fair, mas… Kalo dibilang nomor satu di bidang teknologi informasi, bukan berarti Teknik Informatika doank… harus dihitung semuanya yang basisnya TI🙂 Secara sederhanapun, kami tahu Anda cukup tendensius dalam menyajikan data hehehe

  2. Pingback: CH (98): Para “Abdi Negara” di UKSW | saam fredy marpaung

  3. satu hal yang pasti.. kuantitas dosen dan mahasiswa itu sangat tidak bisa dijadikan acuan untuk menentukan sebuah kualitas pendidikan.. buat apa punya dosen banyak dan mahasiswa banyak.. tapi kualitas outputnya masih dibawah standart.. masih banyak lulusan2 yang nganggur dan ga berani ber-spekulasi untuk menjadi wiraswasta..
    jadi menurut saya, kualitas pendidikan di sebuah instansi, ditentukan oleh OUTPUT nya.. bagaimana seorang yang sama sekali tidak paham, lalu masuk ke kampus itu dan keluar menjadi orang yang sangat paham.. (dalam bidang tertentu) dan dapat menggunakan ilmu pengetahuannya untuk memberi manfaat bagi banyak orang.. bukan semata2 mencari uang.. yang mana, uang hanyalah konsekuensi dari apa yang telah kita lakukan..

    Salam..

  4. Assalamuaaikum Wr. Wb.

    Salam kenal,
    Sebelumnya saya mohon maaf, saya setuju dengan pernyataan sdr. Udinus-Mania ttg: Secara sederhanapun, kami tahu Anda cukup tendensius dalam menyajikan data. Untuk masalah versi majalah Tempo, saya kira juga tidak hanya dari faktor rasio dosen dan mhs atau kaitan dengan data yang anda sajikan, mungkin majalah Tempo memiliki indikator-indikator yang lain dimana itu kita tidak ketahui.

    Sebagai contoh: Suatu warung menyajikan masakan XYZ dengan harga Rp. 15.000,- per orang, sebagian orang bisa mengatakan murah dan sebagian mengatakan mahal…… how come?
    Karena indikator yang digunakan berbeda

    Sekali lagi, ada kemungkinan versi majalah Tempo memberikan tambahan indikator selain data diatas.
    Sekali lagi saya mohon maaf, tetapi mohon anda bisa arif melihat hal tersebut
    dan saya rasa tidak arif kita mendiskritkan ‘kompetitor’ dengan cara seperti ini.

    Salam

    ps: apabila berkenan kita bisa discuss lebih lanjut, (tetapi melalui emai saja)
    saya kira kita sama2 setuju… bahwa UKSW, Unika dan Udisnus sama2 berkeinginan untuk ikut mencerdaskan bangsa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s