CH (100): malam di kauman…


ku lepas lelahku diemperan kauman,
beralaskan tikar dan segelas susu hangat ditangan,
jaket di badan menjadi penghangat dari dinginnya angin malam,

saat lapar, tinggal pesan indomie goreng/rebus atau nasi goreng yang spesial tenan,
sembari makan-minum, mataku tak lepas dari lalu-lalang kendaraan arah solo-semarang,
sepeda motor, bus malam, dan tronton, berpacu di atas legamnya aspal jalanan,

bila bersama teman-teman,
tak jarang banyak berbincang-bincang hingga pagi menjelang,
bicara tentang politik, kampus, bahkan perempuan,

malam di kauman…

lepas lelahku, aku pun pulang,
untuk kembali keperaduan,
terbalut mimpi akan masa depan kauman.

Salatiga, tadi malam (16/02/2010), bersama seorang teman (bernama: agus anton surono).

Syair ini pernah ditulis di facebook penulis, pada 17 Februari 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s