CH (101): Syair Idealisme…

(1)

idealisme, sudah hilangkah engkau?

atau bersembunyi di antara ilalang korupsi, kolusi, dan nepotisme yang meninggi.
ataukah hilang dalam moralitas pendidik yang sempit.

atau mungkin terinjak-injak oleh kekuasaan yang absolut, “Power tends
to corrupt, absolute power corrupts absolutely”.

bisnis dan proyek, orang atau kelompok, masuk dipaksakan.
sistem koneksitas, menjadi penjuru dalam pengambil keputusan.

kontrol? Ah, hanya teori pendidik dalam lingkaran kelas. Naif, mungkin.

Idealisme itulah yang kini mulai memudar. Tegas, itu yang kita
perlukan, jika tidak, matilah kita semua. Matilah orang jahat, dan
matilah orang baik.

Bimbang, hanya untuk orang tanpa pendirian, tidak berani ambil
keputusan. Abstain!

…dan idealisme kerap dieksploitir oleh orang lain yang lebih cerdik,
yang kadang membuat saya tampak dungu di antara orang-orang itu…

29 Januari 2009
(terinspirasi tulisan andreas harsono dalam andreasharsono.blogspot.com).

(2)

idealisme…mati
ketika nurani tidak berarti, diam, tertekan.
berhenti berjuang, hilang pengharapan, karam diterjang ombak
kemunafikan…lidah tak bertuhan!

idealisme…mati +
ditengah jilatan api kemarahan, dendam kesumat, haus kekuasaan!

rest in peace…idealisme, redup, temaram, hilang?
(hati dan pikiran manusia tempat peristirahat fana)

(3)

(terduduk ku)…

s.e.t.a.n un-idealisme !!!
kebenaran, haram hukumnya
kebohongan, ah…hal yang biasa.

wajahmu, topengmu. buruk, poles saja.
lidah, penjilat kelas mewah, untuk jabatan dan uang,
(mungkin) perempuan, bahkan harga diri rekan. per.s.e.t.a.n yang
penting SENANG!

“neraka toh masih jauh…ha..ha.ha”, jawabnya.
“kristen, ktp-ku!?”.
“un-idealisme, malaikat kesenangan, have fun…”.

….s.e.t.a.n….(memang)

(tenang..).

(4)

idealisme
…malu,

siapa yang punya? tidak semua.
aku? juga tidak.

malu? makan uang rakyat/makan sesama. Tidak!
malu? jadi penjilat kelas kakap. Tidak!

malu? tidak ikut sikut rekan kerja. Ya!
malu? berkata jujur. Ya!

“malumu itu dimana! omong kosong jaman modern,” katanya.
…modar kowe, bumi gonjang-ganjing, lakon wayang dimulai.

.s.e.l.e.s.a.i.salatiga, 29-30 Januari 2009.

catatan: syair ini juga ada di facebook penulis.

(sfm).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s