CH (103): Tiga Robot Elektro UKSW Lolos

Tiga Tim Robot Fakultas Teknik Elektronika dan Sistem Komputer (FTEK) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) lolos seleksi tahap kedua dalam Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2011. Keberhasilan mereka melangkah ketahap selanjutnya (ketiga), yaitu seleksi tingkat regional III Indonesia, menunjukkan bahwa dalam doa, kebersamaan, dan ketekunan, pasti ada jalan untuk melangkah kedepan.

Seperti telah diketahui lewat Group Peduli Robotics Research Center Satya Wacana Christian University di Facebook, Tim Robot Elektro sempat didera dengan permasalahan pendanaan, sehingga terancam tidak bisa melangkah ke seleksi tahap kedua. Syukurlah, mereka dapat melewati masa-masa kritis tersebut dengan baik. Walaupun banyak pihak yang menyayangkan jika tim yang selayaknya mendapatkan perhatian, karena mampu membanggakan UKSW, harus menjalani permasalahan tersebut.

Seleksi pada Tingkat Regional III akan berlangsung di Universitas Negeri Yogyakarta, pada 28 hingga 29 Mei 2011. Robot-robot yang lolos di tingkat regional (Indonesia dibagi ke dalam 4 regio), akan berlaga di Tingkat Nasional, pada 11 – 12 Juni 2011, di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Tiga Robot Elektro, R2C-R7 yang berlaga di Divisi Battle, R2C-Octopus di Divisi Berkaki, dan R2C-Deus Vult di Divisi Beroda, akan bersaing dengan berbagai perguruan tinggi baik swasta maupun negeri di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Di Regional III, ada Tim diantaranya dari UGM, Universitas Dian Nuswantoro Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Unika Sogijapranata, Semarang, Universitas Muhammadiyah Surakarta, STT Wirworotomo Purwokerto, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Berjuang untuk Satya Wacana

Lolos ketahap ketiga bukan berarti tantangan telah dilalui, karena sebenarnya tantangan terbesar bukan pada masalah uang, akan tetapi bagaimana sebenarnya kita menanamkan kesadaran bersama untuk menjadi bagian dari SATYA WACANA, dan bukan kesadaran-kesadaran lain yang tidak jelas kemana arahnya, apalagi sampai ada tendensi politik kepentingan sesaat orang-perorang atau kelompok.

Teman-teman di Tim Robot telah menunjukkan kepada saya bahwa berjuang untuk SATYA WACANA bukanlah pekerjaan yang mudah. Berjuang untuk SATYA WACANA dibutuhkan kekuatan doa, sebagai bagian terpenting dari unsur penyerahan diri kepada Sang Khalik, dan sudah tentu pengakuan terhadap Amsal Sulaiman, “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan”. Ketika gelombang masalah pendanaan menerpa teman-teman Tim Robot, saya yakin ada banyak jiwa melayangkan doa-doanya.

jangan biarkan optimisme kami terkubur

Berjuang untuk SATYA WACANA membutuhkan kebersamaan. Kebersamaan sebagai satu kesatuan yang utuh dan tidak terpisahkan, sebagaimana dimaknai bagian dari tubuh. Jika ada bagian tubuh sakit, bagian tubuh lainnya tentu merasakan hal serupa. Bahu-membahu menggalang tidak hanya dana, namun juga dukungan moral dari semua pihak, terkhusus civitas Elektro, menunjukkan kebersamaan itu masih ada, dan harus semakin dijalin secara berkelanjutan.

Berjuang untuk SATYA WACANA tidak lepas dari ketekunan. Ketekunan menghadapi “ujian”, yang tidak hanya menguras pikiran, tenaga, namun juga luapan hati.

“Kepada teman-teman Robot, melangkahlah terus, berjuanglah dengan segenap kemampuanmu demi SATYA WACANA. Persembahkanlah yang terbaik, dan jangan pernah membiarkan oknum-oknum tertentu mencabut kebanggaanmu kepada kampus ini…Tuhan memberkati.” (sfm).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s