CH (104): Religion: Salugenic, Pathogenic, Intrinsic, Extrinsic

Saat menghantar Pidato Pengukuhannya sebagai Guru Besar, tahun 2008, Prof. Pdt. Mesach Krisetya, B.Th., M.Div., M.Th., D.Min., sempat menyinggung tentang Agama Salugenic, Pathogenic, Intrinsic, dan Extrinsic (SPIE). Apakah SPIE itu dan gunanya bagi penanganan konfik di Indonesia?

Agama Salugenic:

Agama yang mampu memuaskan pemeluknya dengan tujuh kebutuhsan spriritual yang saling berhubungan, yaitu: (1) suatu kebutushan filsafat kehidupan yang mampu untuk menyediakan kepercayaan dan penghargaan dalam menghadapi tragedy kehidupan yang tak terduga; (2) mampu menyediakan kepekaan nilai-nilai dan etika yang melayani sebagai pedoman dakhil bagi tingkah laku baik secara pribadi dan tanggung jawab secara sosial; (3) relasi dengan Allah yang pengasih, menumbuhkan dimensi-dimensi transenden dan kehidupan orang-orang; (4) kemudian konsep diri mereka yang tertinggi, (5) memiliki rasa tanggung jawab dan penghargaan yang tinggi terhadap alam, lingkungan hidup dan kehidupan, (6) mendorong pengayaan dan pertumbuhan dakhil melalui kedekatan dan kemesraan dengan Tuhan, (7) membentuk komunitas pemerhati yang penuh bela-rasa.

Agama Pathogenic:

Agama yang menghasilkan penyakit, menghambat pertumbuhan, agama yang menghasilkan orang-orang yang berusaha (tidak berhasil) untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan spiritual mereka dengan cara musyrik, kaku, otoriter, penyempitan kehidupan, dan menolak realita.

Agama Intrinsic:

Agama yang dipersepsikan sebagai kerangka makna yang melengkapi seseorang untuk menginterpretasikan, dan memahami tentang diri dan pengalaman kehidupan manusia.

Agama Extrinsic:

Agama kenyamanan dan konvensi soial, melayani diri, sebagai alat yang dibentuk sedemikian sehingga cocok untuk dirinya.

Lalu saran Prof. Mesach? Dalam bagian penutup, Prof. Mesach menyatakan bahwa masalah terorisme, amuk massa, tawuran kekerasan dan kerusuhan di Indonesia tidak dapat diselesaikan dengan managemen politk, tetapi harus dengan kesadaran untuk mau hidup rukun, saling mengerti dan memberi, serta mampu menghayati paham Agama Salugenic atau Intrinsic.

Siapakah Prof. Mesach?

Mesach Krisetya lahir di Jepara, 9 September 1939. Menikah dengan Miriam Wientarti, dan memilki 2 orang putra.

Menamatkan Sekolah Rakyatnya (SR) di SR Xaverius, Kobong Semarang. Kemudian melanjutkan pendidikan menengah pertama di SMP Masehi Sidodadi I, dan SMP Negeri IV Mlaten, Semarang. Menengah Atas dijalani di SMA Masehi Dr. Cipto, Semarang, dan lulus tahun 1961.

Lulus SMA, Mesach masuk Seminari Teologi Baptis Indonesia, di Semarang, dan memperoleh gelar Baccalaureus Theologia (B.Th) tahun 1965. M.Div-nya diperoleh dari Gosen Biblical Seminary Indiana, Amerika Serikat, tahun 1973. Memperoleh M.Th-nya di United Theological College, Bangalore, India, tahun 1981. Dan D.Min dari Claremont Scholl of Theology, California, Amerika Serikat, tahun 1990.

Selama masa hidupnya, Mesach menjabat kepengurusan diberbagai lembaga. Ketua Umum Sinode Gereja Kristen Muria Indonesia selama empat periode, yaitu 1977-1979, 1983-1986, 1992-1995, 1995-1999. Pernah juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pastoral Indonesia (API), tahun 2005-2009. Menjabat President Asia Conference on Pastoral Care and Counseling, 1991-1993. President Mennonite World Conference, 1997-2003.

Pengalaman di bidang akademik, dimulai dari jabatan Rektor Akademi Kristen Wiyata Wacana, Pati, 1973-1979. Dekan Fakultas Teologi UKSW, 1982-1986.

Sejumlah buku telah Mesach terbitkan, diantaranya: (1) “The Muslim Nation and The Anabaptist Church: The Indonesian Experience” in Anabaptists Meeting Muslims: A Calling for Presence in The Way of Christ, Herald Press, 2005; dan (2) “Relegion and Culture: Understanding Javanese Indeginious Religion and its implications for a ministry of Pastoral care in Java” in Mennonite Perspectives on Pastoral Counseling, Elkhart, 2007. Selain juga, menulis di jurnal penelitian, memberikan seminar, dan lainnya. (sfm).

Referensi: Buku Pidato Pengukuhan Mesach Krisetya, “Agama dan Kesehatan Mental dalam Perspektif Psikologi Pastoral”, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s