CH (105): Marwata, Ph.D.

Bagi penulis, Marwata, Ph.D., Pembantu Rektor II Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Periode 2009-2013, adalah sosok yang rendah hati dan sederhana. Hal itu dapat penulis lihat dari penampilan Pak Mar, sapaan akrab Marwata, sehari-hari dan bagaimana Pak Mar berinteraksi dengan berbagai pihak, termasuk kepada penulis sendiri. Sekelumit tentang Pak Mar dapat dibaca dalam tulisan di bawah ini.

Berikut adalah berita dari situs resmi UKSW, tentang Pak Mar, berjudul Marwata: “Saya Menikmati Mengajar”, pertengahan tahun 2009.

Sejak tahun 1993, Marwata, Ph.D mengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Walau sudah 16 tahun, kenikmatan mengajar di depan mahasiswa masih dirasakan hingga saat ini oleh dosen yang awal Mei 2009 dianugerahi Juara I Dosen Berprestasi Tingkat Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) VI Jawa Tengah.

“Cita-cita Saya sejak kecil itu menjadi guru,” ucap Marwata, Rabu (20/05). Dia mengakui bahwa pengaruh lingkungan keluarga sangat besar terhadap cita-citanya itu, “Di lingkungan keluarga bayak yang menjadi guru”.

Saking fokusnya mengajar, Marwata tidak punya pekerjaan sampingan lainnya selain menjadi dosen. “Saya adalah orang yang fokus ke satu hal,” ucap lulusan S3 dari Monash University , Australia itu. Berinteraksi dengan banyak orang, baik mahasiswa ataupun koleganya, adalah kepuasan luar biasa. “Teman-temannya” itu merupakan sumber inspirasinya.

Mantan-mantan mahasiswanya juga menjadi salah satu sumber bertanya bagi Marwata, terutama hal-hal berhubungan dengan bidang yang digelutinya. “Dari mereka Saya mendapatkan pelajaran. Dari pengalaman-pengalaman mantan mahasiswa yang Saya terima, Saya berikan kepada mahasiswa yang Saya ajar, sehingga mereka dapat banyak mendapat inspirasi,” katanya.

SE., M.Si., Akt., Ph.D.

Melalui situs dikti.evaluasi.go.id, yang aksesnya terbuka bagi masyarakat luas, dapat kita ketahui latar belakang pendidikan tinggi dan riwayat mengajar Pak Mar.

Pak Mar memperoleh Sarjana Ekonomi (S.E.) dari Universitas Diponegoro, Semarang, Magister Akuntansi Keuangan (M.Si.) dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Ph.D. dalam bidang Akuntansi dari Universitas Monash, Australia.

Di UKSW, Pak Mar mengampuh mata kuliah diantaranya Pengantar Akuntansi, Akuntansi Keuangan Menengah, Analisis Laporan Keuangan, serta Etika Bisnis dan Corporate Governace. Catatan Dikti juga menunjukkan bahwa Pak Mar pernah mengajar di Universitas Pelita Harapan. (sfm).

3 thoughts on “CH (105): Marwata, Ph.D.

  1. terima kasih sdh di tag di facebook mas. saya ingin tahu, kenapa mas saam memilih sosok pak mar untuk diceritakan?

    • Terima kasih telah memberikan komen. Tidak ada jawaban khusus untuk pertanyaan Mas James, kebetulan sejak beberapa hari yang lalu telah terlintas dibenak saya untuk menulis seputar Pak Marwata.

      salam,
      sfm

  2. hahahahaha . . ya lucu aja saam, tumben tulisanmu naif dan sumir😛
    daripada saam balik bertanya, ada apa mas kok menganggap ini bla bla bla
    langsung saja saya jawab, kita lihat saja beberapa bulan ke depan
    mudah2an tidak sampai semesteran menunggu, ada banyak kepentingan pihak2 di sw
    tetapi kebenaran itu hanya milik tuhan, saya beserta warga sw yang lain, apalagi para pendahulu, pengawal eksistensi sw yang kristen sejak lahir tahun 1956 itu, demikian sangat merindukan doa2 dari para pimpinan masa kini dari mimbar bu, tentang berkat tuhan yang telah sekian lama tidak kita syukuri . . bersyukur artinya dengan sepenuh hati kita menyesali kesalahan2 kita akhir2 ini, dan mau kembali ke tanah perjanjian . . membingungkan memang, tapi inilah buah dosa yang harus kita tanggung . . kalau bangsa israel keluar dari tanah perhambaan mesir, menuju tanah perjanjian . . kenapa sw justru keluar dari tanah perjanjian dan entah mau kemana
    sk rektor sudah ada saam, dan memang perubahan yang akan terjadi adalah jalan tuhan yang kami rindukan . . baru sekedar jalan . . ke arah mana . . quo vadis . . kembali saam ajaklah seluruh warga yang masih setia pada sw untuk berdoa . . karena saat ini kita sekarang benar2 terjebak pada ukuran2 keduniawian . . kita telah berbicara ukuran2 upah minimum regional . . siapa yang berani menjamin bahwa ini bukan fitnah pada tuhan???? . . benarkah tuhan telah memberkati sw dengan upah minimum??? masa2 ketika kita masih di tanah perjanjian, kita tidak pernah berbicara tentang upah minimum, justru kita syukuri itu sebagai berkat melimpah . . pensiun pegawai 60 tahun, phdp selalu sama dengan gaji . . bila kita syukuri hikmat kala itu, tahun 1995 slip gaji demikian transparan dalam doa syukur terang tuhan . . kita tahu berapa tunjangan keluarga, tunjangan perumahan, tunjangan kesehatan, tunjangan keluarga . . kita bisa dengan tenang menghitung uang pensiun nantinya . . rumah2 dinas berkembang dengan pesat, terpelihara, padahal sewa rumah sedemikian murah, dosen pasti rugi bila tidak menempati rumah dinas . . sekarang? bahkan kita tidak tahu akan bertanya pada siapa, uang kesehatan tidak jelas . . ah sudahlah . . marilah kita berdoa . . . !!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s