CH (108): After Lunch, Jugdes are “Kind”

Pepatah yang mengatakan “…justice depends on what the judge ate for breakfast…”, mungkin ada benarnya. Sebuah studi terbaru terhadap 1.000 putusan yang dilakukan oleh 8 hakim Israel di tahun 2009, menunjukkan bahwa para hakim memberikan putusan lebih ringan saat pagi hari dan setelah jam istirahat, seperti makan siang. Demikian ditulis The Guardian.

Mungkin pada prinsipnya tidak berbeda dengan Indonesia. Para hakim di negeri ini akan bertindak sama dengan rekan mereka seperti dalam studi tersebut, dengan sangat “baik hati” memutus kasus setelah makan siang, namun yang berbeda pada agenda makan siang yang dilakukan para hakim. Jika, mungkin makan siang para hakim dalam studi tersebut diisi dengan menu makanan seperti pada umumnya, maka di Indonesia menu makan siangnya bisa seharga jutaan. Karena acara makan siang diadakan di hotel berbintang, dengan menu nikmat, dan semua itu gratis, dibayar oleh “makelar kasus”. Selain makan siang gratis, sebelum pulang, hakim-hakim itu mendapatkan bonus “amplop tebal”. Balik dari makan siang, palu hakim pun memutus perkara “very kind”…🙂 ini hanya mungkin, kalaupun ada ya…sangat disayangkan. (sfm).

baca juga:
Catatan Harian (64): A Silent Judge in Courtroom

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s