CH (132): Para Guru Besar UKSW, Unika, dan Unissula

Pencapaian tertinggi dalam kasta pendidikan di negeri ini adalah gelar Profesor/Guru Besar. Gelar kehormatan tersebut dapat dimiliki seorang dosen apabila dia telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah. Bagi perguruan tinggi sendiri, bisa dikatakan keberadaan mereka merupakan prestis tersendiri.

Melalui situs dikti.evaluasi.go.id, kita dapat mengetahui keberadaan para guru besar di berbagai perguruan tinggi. Berikut daftar para guru besar di 3 perguruan tinggi Jawa Tengah, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Universitas Katolik Sogijapranata (Unika), dan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula).

UKSW

  1. Prof. Daniel Daud Kameo
  2. Prof. Kutut Suwondo.
  3. Prof. Liek Wilardjo
  4. Prof. Sony Heru Priyanto.
  5. Prof. John A. Titaley.
  6. Prof. Mesach Krisetya.
  7. Prof. Samuel Agustinus Patty.
  8. Prof. I.G.G. Astika.
  9. Prof. Danny Manongga.
  10. Prof. Eko Sediyono.
  11. Prof. Christantius Dwiatmaja.
  12. Prof. Supramono.
  13. Prof. Teguh Prasetyo.
  14. Prof. Sutriyono.
  15. Prof. Slameto.
  16. Prof. J.T. Lobby Loekmono.

Unika

  1. Prof. Dr. Budi Widianarko.
  2. Prof. Vincent Didiek Wiet Aryanto.
  3. Prof. Agnes Widanti.
  4. Prof. Alexius Gunawan Setiardja.
  5. Prof. L.M.F. Purwanto.

Unissula

  1. Prof. Pratikso.
  2. Prof. Djoehari.
  3. Prof. Sri Redjeki.
  4. Prof. Sri Sumarwani.
  5. Prof. Retmono.

Selain mendapat gelontoran rupiah dari perguruan tinggi tempat mereka berdiam, pemerintah turut memberikan “subsidi” berupa dua kali gaji pokok profesor yang diangkat oleh pemerintah pada tingkat, masa kerja, dan kualifikasi yang sama. Semua uang “subsidi” diambil dari APBN. Akan tetapi tunjangan tersebut dapat dihentikan apabila para profesor:

(a) melalaikan kewajiban sebagai dosen dengan tidak melaksanakan tugas secara terus menerus selama 12 (dua belas) bulan karena sakit jasmani dan/atau rohani; (b) berakhirnya perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama antara dosen dan penyelenggara pendidikan; (c) dosen melanggar perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama; (d) dosen yang bersangkutan dinyatakan bersalah karena melakukan tindak pidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap; (f) beban kerja dosen kurang dari yang dipersyaratkan; (g) melanggar sumpah dan/atau janji jabatan; dan (h) melalaikan kewajiban dalam melaksanakan tugas selama 1 (satu) bulan atau lebih secara terus menerus. (Permendiknas No. 19 Tahun 2009 Tentang Penyaluran Kehormatan Profesor).

Dari sudut pandang Prof. Eko Budiharjo (mantan Rektor Universitas Diponegoro, Semarang), profesor tidak saja bertugas mengajar seperti dimintakan dalam paragraph sebelumnya, namun juga menulis buku, membaca, menjadi pembicara, dan meneliti. Lalu bagaimana jika ada guru besar yang suka berpolitik praktis ya…🙂

Jika tiba-tiba ada yang berkata, “Tunjangan profesor di negeri ini masih di bawah negara-negara lain, apalagi negara barat”, jikalau demikian siapkah para profesor tersebut menjalankan standar profesor seperti di negara-negara barat? (sfm).

Baca juga:
CH (91): Benchmark: Udinus, Unika, UKSW

3 thoughts on “CH (132): Para Guru Besar UKSW, Unika, dan Unissula

  1. Pingback: CH (135): How You Teach is Important | saam fredy marpaung

  2. Sekedar info kalau dua prof di bawah ini, yakni : 6). Prof. Mesach Krisetya dan 7). Prof. Samuel Agustinus Patty telah “meninggalkan” UKSW. Selamat jalan prof… Teruslah berprestasi dimanapun, dengan semangat Takut Akan Tuhan, karena dunia itu tidak selebar daun kelor. Syalom!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s