CH (140): Should Satya Wacana be Worried?

Beberapa tahun belakangan, sejumlah spanduk promosi perguruan tinggi, baik swasta maupun negeri di Jawa Tengah, terpasang di depan “halaman” kampus Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Apakah pemasangan spanduk-spanduk itu adalah hal yang biasa dan wajar sajataukah UKSW perlu kuatir?


Spanduk-spanduk admisi Universitas Islam Sultan Agung, Universitas Katolik Sogijapranata, Universits Darul Islam Unggaran, Universitas Diponegoro, ataupun Universitas Dian Nuswantara, tiga tahun belakangan ini sering saya jumpai tidak jauh dari kampus UKSW. Ada di seputar kemiri, dipertigaan jalan dekat Sekolah Islam Al-Azhar, di sejumlah pohon di depan kampus, ataupun di tempat-tempat lainnya.

Dalam konteks promosi, sah-sah saja jika perguruan tinggi tersebut memasang spanduk admisi disejumlah daerah termasuk di Kota Salatiga. Selain sudah tentu, mereka memasang iklan di media massa entah cetak maupun elektronika. Ini adalah strategi marketing, dengan harapan tentunya mendatangkan calon-calon mahasiswa baru nantinya.

Hal ini bisa juga dimaknai kesadaran perguruan tinggi tersebut tentang pentingnya promosi. Tidak saja menunggu calon-calon mahasiswa datang. Ketatnya persaingan antarperguruan tinggi dapat menjadi alasan promosi (termasuk menggunakan spanduk) perguruan tinggi tersebut. Karena sumber pemasukan perguruan tinggi dominan di dapat dari uang mahasiswa.

Hmmm…, lalu apakah UKSW perlu kuatir? Sudah tentu tidak perlu kuatir. Jika ya, itu sangat berlebihan. Spanduk adalah media biasa bagi promosi, dan dapat dipasang dimana saja dan kapan saja. Hal biasa. Toh (kemungkinan), mahasiswa UKSW lebih banyak berasal dari luar, ketimbang asli Salatiga. UKSW-kan punya nama besar yang masih harum hingga saat ini, bahkan November nanti genap 55 tahun. Dan tidak tanggung-tanggung UKSW menggelar penerimaan mahasiswa baru di sebelas kota di Indonesia, untuk tahun ajaran 2011.

Tapi kalau sampai hanya sedikit calon mahasiswa yang masuk ke UKSW gimana ya? Ah, tidak usah berfikir seperti itu. Namun tidaklah salah jika berfikir, hope for the best, and always prepare for the worst”. (sfm).

Baca juga:
Catatan Harian (28): Perenungan Jelang Pilihan Dekan FTEK
CH (91): Benchmark: Udinus, Unika, UKSW
CH (114): Jelang Penerimaan Mahasiswa Baru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s