CH (143): BPMU Menjawab

Posting foto yang saya lakukan di facebook pada tanggal 3 Desember 2010, mendapat sejumlah komentar, baik dosen, nondosen, dan mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Setelah sekian lama berdiam, akhirnya Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas (BMPU) angkat bicara.

Foto yang saya posting adalah bagian dari kalender akademik UKSW. Dalam foto tersebut, saya memberikan deskripsi, Hari ini (3/12), adalah batas akhir registrasi bagi mahasiswa angkatan 2010 UKSW. Pantes bank2 di kampus dibanjiri mahasiswa yang mengantri untuk melakukan pembayaran uang kuliah…

Aku men-tag beberapa nama teman, ada juga teman-temanyang ku tag, men-tag teman-temannya. Total sampai hari ini (19/05), tercatat 33 nama, diantaranya ada Yoga Prasetyo Merzinx, Fredy Umbu Bewa Guty, Daniswari Gita Purbasari, Wirawan Hari Prasetyo, Petrus Wijayanto, Erwin Santoso, Octo Immanuel, Sema Feb UKSW, Fti Uksw, Lk Fkip UKSW, dan Bpmftek Uksw.

Aku lupa, apakah aku juga men-tag Bpmu Uksw atau tidak, namun pada hari Senin (16/05), badan perwakilan mahasiswa aras universitas tersebut memberikan komennya. Berikut komen-demi komen dalam posting foto tersebut.

Febrianto Rb Trimester..?

Parman Pasanje trimester…

Saam Fredy Marpaung ‎@febri: bukan, yang benar adalah semester genap, ganjil, dan semester antara.

Bani Umbu Rauta Berarti Tri Semester ya Saam ?

Parman Pasanje mas saam : periodenya sama saja pace..

Reima Afluria Widhiyanti namanya boleh semester antara tapi sistemnya teteppppp trimester, pace…… hahah……😀

Bagus Ferry nama old skoolnya..caturwulan.

Dyah Hapsari Prananingrum jas buka iket blangkon…

Elizabeth Sri Lestari ‎@Saam: aku boleh tag juga ya, supaya ga ketinggalan berita dan aktivitas bisa ngikuti irama perkuliahan. Tks.

Wiyadi Hoetomo Reksosoebroto  Wah..hal seperti inilah yang menjadi pertanyaan di mahasiswa, bagaimana nasib mahasiswa yang menjalankan skripsi? Apakah di Semester antara tsb juga harus membayar? Kasihan orang tua dengan keadaan yang tidak pasti. Begitu cepat membayarnya… registrasi atau pun pelunasaannya…Penelitian yang dilakukan harus cepat juga.
Semoga data yang dicari dapat dilengkapi, semoga pelaksanaan penelitian tersebut dapat dipahami dan dapat dijadikan modal di dunia kerja.
Apakah akan terima saja? Semua ada di tangan mahasiswa, jika ada masalah biar saja BEM atau DEMA yang mengurusnya. Semoga pejabat mahasiswa tersebut tidak hanya berdiam diri, dan selalu memutar otak mencari alasan.

Wiyadi Hoetomo Reksosoebroto Semua baik adanya jika tidak mengganggu orang lain…GBU.

Octo Immanuel apa definisi semester?? jika ada, berapa lama jangka waktu yang seharusnya di pakai untuk nama semster? 3bulan, 4bulan, 6 bulan, atau 12 bulan masih tetepkah mananya semester??

Febrianto Rb Kok LK diam ya… terjadi percepatan pembayaran uang kuliah loh.. banyak yang keberatan

Febrianto Rb Kok LK diam ya… terjadi percepatan pembayaran uang kuliah loh.. banyak yang keberatan

Saam Fredy Marpaung ‎@febri: kenapa LK diam?

Febrianto Rb klo itu aku ngga tau alasan mereka.. malas tanya mereka

Ady Todo Karateka iya.

Wirawan Hari Prasetyo BPMU sedang mengkaji…
doakan saja secepatnya bisa dapat kabar positif mengenai hal tsb.
BPMU akan segera mempertanyakan hal ini dengan orang yang berwenang.

Octo Immanuel Klo butuh yg lebih dari sekedar doa saya rasa bnyak temen2 yang siap untuk membantu. Termasukk saya. Yaaaa, jika membutuhkan. Jika tidak silahkan temen2 yang menamai dirinya sebagai Fung LK yg pnya kuasa n jabatan mlakukannya sendiri tanpa perlu sharing pendapat dari mahasiswa jelata seperti qmi. HEheheeee.. Peacee…!!!!!
God Bless…

Febrianto Rb ‎@WH: kami butuh jawaban.. Kamu org LK kan.. Mana reaksimu? Klo ngga mampu mundur aja..

Saam Fredy Marpaung hmm…ngak ada salahnya kalo LK mencoba untuk melayangkan surat ke kopertis atau dirjen dikti.

Bpmu Uksw  (Monday at 11:51pm) @Octo : apakah ada masalah dengan anda di fak. Teologi dengan sistem trimester yang anda pakai selama ini? kalau tidak ada, maka comment ada di forum ini sangat “salah” jalur.
@ all : apakah salah jika sistem seperti ini diterapkan di UKSW?… Karena sesungguhnya hal ini merupakan implementasi dari PP 17 tahun 2010. Untuk saat ini kebijakan pelaksanaan ditempuh oleh masing-masing fakultas dalam mengisi semester antara ini. UKSW yang dulunya menjadi salah satu pelopor sistem “sks” di Indonesia juga berusaha untuk memberikan sumbangan pemikiran guna pengembangan sistem pendidikan di Perg. Tinggi., termasuk di dalamnya dengan manajemen waktu perkuliahan (pembagian semester) diatas selama berada dalam koridur Peraturan Perundang-undangan di Indonesia.

Seringkali merubah sesuatu yang sudah “mengakar” dalam pemikiran orang adalah sangat sulit. Semoga kita semua diberi kearifan untuk menilai segala sesuatu secara proporsional dan kontekstual.

Tidak ada yang dipermasalahkan dari DIKTI maupun Kopertis tentang sistem perkuliahan di UKSW.

Tuhan memberkati Satya Wacana ^_^

Bagus Ferry guk…guk..gukk

Saam Fredy Marpaung ‎@bpmu: apakah benar fteo pake trimester? drmana anda tau kalo yg dpakai slama ini benar ato salah?

Bpmu Uksw (Tuesday at 12:53pm) ‎@ Saam Fredy :anda ini kerja di UKSW tidak? perasaan anda ini sudah cukup lama di kampus ini. Jangan sok seperti orang yang tidak tahu apa2…

Bagus Ferry horeeeeeeeeeeee……..

Saam Fredy Marpaung ‎@bpmu: sy tdk krj d uksw.

Octo Immanuel Kpasitas sya berbicara bkn hnya sbg mahasiswa fteo, tp mhasiswa uksw. Benar, klo d fteo sistem trsbut tdk slah slama ini. Malah sya beruntung. Konteks fteo berbeda dgn konteks disiplin ilmu yg lainnya. Mungkin d fteo atw fak biru bs d terap…kan sistem 3mester, tp d fak lain??? Heheeee, d PP17 itu khn tdk d blng harus pake 3mester. Tp minimal menggunakan sistem 2mester. Kyknya UI, UGM, ITB, USU g pake sistem 3mester. Spertinya yaaa (soalnya blum studi banding siyy)… Tp yg mengherankan wacana ini dah dr bln januari, mengapa BPMU bru merespons skrng??? Membuka lembaran lama yg sudah terlupakan. hehee… God Bless guys.

Bpmu Uksw (19 hours ago) Febrianto Rb Jika selalu berbicara memang terlihat mudah, namun jika mau merubahnya maka rubahlah dari dalam. Jangan selalu memaksakan merubahnya hanya penampilan luarnya saja.

Bpmu Uksw (15 hours ago) ‎@ Octo : bukan membuka lembaran lama yang terlupakan. Cuma teringat akan orang-orang ini agar tidak memberikan pandangan-pandangan yang tidak proporsional. Termasuk teringat juga kami kepada anda. Terima kasih. Tuhan memberkatimu juga.

Bagus Ferry guk…guk….guk…aauuuooooo

Octo Immanuel Oklah klw begitu…

Octo Immanuel Ternyata saya d keluarkan dr friendnya BPMU. Tp tak apalah, mungkin ini bkn tndkan lembaganya tp personnya. Tp apapun itu, yaa inilah keterbatasan qta untuk berekspresi. Mungkin org2 yg d anggap menggangu sistem dominasi hrs sgr d singkirkan drpd mengancam kbradaan dominasi tersebut. May God bless U guys…

Febrianto Rb ‎@BPMU halah.. apa perubahannya? kalian udah coba dari dalam kan? apa perubahan? sebagai mahasiswa ngga ada tuh

Aneh

Sejak awal, sebenarnya saya ingin mendeskripsikan dengan jelas (ada lingkaran merahnya juga), bahwa: Hari ini (3/12), adalah batas akhir registrasi bagi mahasiswa angkatan 2010 UKSW. Pantes bank2 di kampus dibanjiri mahasiswa yang mengantri untuk melakukan pembayaran uang kuliah. Namun aneh, pembicaraan melebar menjadi sistem perkuliahan. Well, terserahlah yang komen. (sfm).

2 thoughts on “CH (143): BPMU Menjawab

  1. Hahahaha…
    lucu juga membaca postingan ini.

    Kalo boleh berpendapat secara pribadi tidak ada masalah dengan rentang waktu kuliah dan penamaannya.
    Yang sebenarnya menjadi masalah adalah pelaksanaan sistem itu sendiri di masing-masing fakultas. Apakah sudah berjalan dengan baik?

    1. Sistem perkuliahan seperti itu pasti mempengaruhi kurikulum perkuliahan fakultas baik itu masalah banyak tatap muka, jumlah sks, dan terpenting adalah materi yang diajarkan. Apakah kurikulum sudah mengakomodir sistem perkuliahan tersebut? baik secara waktu perkuliahan, jumlah beban sks dan tentunya materi pengajaran. Bisa saja waktu perkuliahan lebih singkat (efisiensi waktu) tetapi mengorbankan isi materi perkuliahan (karena dimampatkan, atau bahkan disingkat2) takutnya lulusan UKSW tidak bisa mencapai standart kompetensi yang diharapkan untuk “katanya” bersaing di era globalisasi.

    2. Bagaimana dengan masalah ada fakultas yang masa perkuliahan melebihi dari rentang waktu yang ditetapkan? contohnya di FTEK (fak saya) akhir perkuliahan semester genap pada tgl 29 April 2011 atau +3 minggu dari tgl ditetapkan 8 April 2011. Apakah itu memang diperbolehkan? Imbasnya tentu di pengumpulan nilai akhir semester. Ujung2nya nilai terlambat keluar tapi besoknya sudah diharuskan siasat, akhirnya tidak bisa siasat karena nilai prasyarat tidak bisa keluar. Bagaimana Universitas menangani masalah seperti ini?

    3. Yang mungkin lebih sering dipermasalahkan orang tua mahasiswa adalah masalah pembayaran😀 .”Kok mbayare cepet men???” hahahhahahaha

  2. SEMESTER ANTARA UKSW MENDAHULUI PERMENDIKNAS RI

    Berikut ini adalah isi dari PP no 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan Dan Penyelenggaraan Pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan semester antara, yakni pada paragraph 4 : Sistem Kredit Semester, Pasal 87, ayat 1 – 4 (sumber : http://www.djpp.depkumham.go.id ).

    Paragraf 4
    Sistem Kredit Semester
    Pasal 87
    (1) Pendidikan tinggi diselenggarakan dengan menerapkan sistem kredit semester yang bobot belajarnya dinyatakan dalam satuan kredit semester.
    (2) Tahun akademik dibagi dalam 2 (dua) semester yaitu semester gasal dan semester genap yang masing-masing terdiri atas 14 (empat belas) sampai dengan 16 (enam belas) minggu.
    (3) Di antara semester genap dan semester gasal, perguruan tinggi dapat menyelenggarakan semester antara untuk remediasi, pengayaan, atau percepatan.
    (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai semester antara sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur dengan Peraturan Menteri.

    Jadi menurut pasal 87, satu tahun akademik dibagi ke dalam 2 (dua) semester, bukan lagi minimal 2 (dua) semester, sebagaimana yang dipahami oleh beberapa orang. Dua semester tersebut adalah semester gasal dan semester genap, yang masing-masing terdiri atas 14 (empat belas) sampai dengan 16 (enam belas) minggu. Sampai di sini sistem yang dipakai oleh UKSW tidak masalah sebab UKSW mengambil jumlah minimal, yakni 14 minggu efektif (sudah termasuk di dalamnya pertemuan awal/pembagian silabus, TTS, TAS, dan libur nasional atau cuti bersama, seperti tanggal 2 – 4 Juni yang akan datang). Sedangkan apakah 14 minggu efektif tersebut berjalan sesuai dengan isi penjelasan dari pasal 87, kita kembalikan evaluasinya kepada pihak fakultas, dosen dan mahasiswa, yang menjalaninya. Adapun penjelasan tentang isi pasal 87 dari PP 17 tersebut dapat dibaca secara lengkap di bawah ini :
    Penjelasan Pasal 87
    Ayat (1)
    Yang dimaksud dengan “satuan kredit semester” dalam ketentuan ini adalah beban belajar mahasiswa dan beban kerja dosen dalam sistem kredit semester (SKS). Banyaknya SKS yang diberikan untuk mata kuliah atau
    proses pembelajaran lainnya merupakan pengakuan atas keberhasilan usaha untuk menyelesaikan kegiatan
    akademik bersangkutan. Dalam setiap semester, 1 (satu) sks sama atau setara dengan 3 (tiga) jam beban belajar yang mencakup kegiatan tatap muka, kegiatan terstruktur, dan kegiatan mandiri untuk kurun waktu 16 (enam belas) minggu efektif.
    Ayat (2)
    Dalam setiap semester, 1 (satu) satuan kredit semester sama dengan beban studi setiap minggu berupa 1 (satu)
    jam tatap muka, 1 (satu) jam kegiatan terstruktur, dan 1 (satu) jam kegiatan mandiri untuk kurun waktu 16 (enam belas) minggu efektif dengan 16 (enam belas) kali pertemuan. Satu mata kuliah berbobot 3 (tiga) satuan
    kredit semester berarti sama dengan kegiatan studi 3 (tiga) jam tatap muka, 3 (tiga) jam kegiatan terstruktur, dan 3 (tiga) jam kegiatan mandiri selama 16 (enam belas) minggu.
    Ayat (3)
    Cukup jelas.
    Ayat (4)
    Cukup jelas.

    Dari ayat 3, pasal 87 di atas, maka muncullah istilah ”semester antara”, yang sejak tahun akademik 2010/2011 dipakai oleh UKSW, pasca dikeluarkannya PP 17 tersebut. Istilah ini secara resmi mengantikan istilah ”semester pengayaan” yang digunakan pada kepemimpinan KHT sebagai Rektor (atau yang pada tahun 80-an dan 90-an dikenal dengan nama ”semester pendek”). Istilah baru ini seharusnya juga telah menggantikan istilah ”trisemester 1, 2, dan 3”, yang hingga kini masih digunakan oleh FTI UKSW, dengan menerbitkan ”kalender akademik sendiri” versi FTI, dan masih mengunakan istilah – istilah sejenis di dalam praktek perkuliahan dan praktek administrasi kantor. Tetapi, ”apakahlah arti sebuah nama?” kata William Shakespeare.

    Kalau nama atau perdebatan istilah kita abaikan, dan mencoba masuk ke dalam substansi dari ”semester antara”, maka dengan mudah kita bisa menemukan kelemahan atau ketidakjelasan dari PP 17, pasal 87, khususnya pada ayat 3, sekalipun di dalam penjelasannya dikatakan “cukup jelas”. Ketidakjelasannya adalah ayat 3 tidak menyebut berapa jumlah minggu efektif dari sebuah semester antara. Celah hukum ini, kalau boleh dikatakan demikian, sekali lagi berhasil dimanfaatkan oleh UKSW, dengan menentukan sendiri (versi UKSW) jumlah minggu efektif dari semester antara, yang sama persis dengan jumlah minggu efektif dari semester gasal dan semester genap, yakni sebanyak 14 minggu. Dalam hal ini UKSW tidak bisa disalahkan! Dan bukan hanya UKSW, sebab sepengetahuan penulis, sudah ada beberapa perguruan tinggi, khususnya PTS di Jawa, mulai mengikuti jejak langkah kaki dari UKSW, dalam hal pembagian secara adil merata jumlah minggu efektif perkuliahan antara semester gasal, semester genap dan semester antara, yakni sama – sama sebanyak 14 minggu efektif untuk setiap semester perkuliahan. Dengan demikian, UKSW patut diancungkan jempol atas keberhasilannya sebagai pelopor sistem 14 minggu efektif dalam satu semester perkuliahan, sehingga dengan sistem ini, maka dalam satu tahun akademik akan ada 14 minggu efektif dikali 3 (jenis) semester perkuliahan. Proficiat buat UKSW!!!

    Namun, ada persoalan prinsip berkaitan dengan fungsi dan peran dari semester antara, apabila kita mencermati ayat 3 secara utuh/lengkap, yang berbunyi : ” Di antara semester genap dan semester gasal, perguruan tinggi dapat menyelenggarakan semester antara untuk remediasi, pengayaan, atau percepatan”. Pertanyaannya kini adalah untuk tujuan apakah UKSW menyelenggarakan semester antara, sebagaimana yang sekarang sedang dijalani? Apakah untuk remidiasi? Apakah untuk pengayaan? Apakah untuk percepatan (akselerasi)? Di dalam PP 17 tidak dijelaskan arti kata remidiasi (pengulangan). Tetapi untuk kata ”pengayaan” dan kata ”percepatan” dijelaskan dengan cukup gamblang. Berikut, kutipannya, sebagaimana yang ada di dalam penjelasan atas pasal 135, ayat 2 A dan 2 B di bawah ini :
    Penjelasan Pasal 135
    Ayat (1)
    Cukup jelas.
    Ayat (2)
    Huruf a
    Program percepatan adalah program pembelajaran yang dirancang untuk memberikan kesempatan
    kepada peserta didik mencapai standar isi dan standar kompetensi lulusan dalam waktu yang
    lebih singkat dari waktu belajar yang ditetapkan. Misalnya, lama belajar 3 (tiga) tahun pada SMA
    dapat diselesaikan kurang dari 3 (tiga) tahun.
    Huruf b
    Program pengayaan adalah program pembelajaran yang dirancang untuk memberikan kesempatan
    kepada peserta didik guna mencapai kompetensi lebih luas dan/atau lebih dalam dari pada standar
    isi dan standar kompetensi lulusan. Misalnya, cakupan dan urutan mata pelajaran tertentu
    diperluas atau diperdalam dengan menambahkan aspek lain seperti moral, etika, aplikasi, dan saling
    keterkaitan dengan materi lain yang memperluas dan/atau memperdalam bidang ilmu yang
    menaungi mata pelajaran tersebut.
    Ayat (3)
    Cukup jelas.
    Ayat (4)
    Cukup jelas.
    Ayat (5)
    Cukup jelas

    Jadi, apakah UKSW telah menyimpang dari tujuan mulia pelaksanaan sebuah semester antara? Kita tunggu saja penilaian dari Pemerintah Pusat, lewat Kementerian Pendidikan-nya. Namun rasanya, apabila melihat gaya kepemimpin SBY yang melempem, maka sampai pergantian presiden tahun 2014-pun dapat dijamin tidak akan ada ketegasan dari pemerintah menyikapi hal di atas. Asli,,, dijamin, tidak akan ada sikap tegas dari pemerintah! Dan inilah kejelian dari UKSW dalam memanfaatkan kelemahan dari pemerintah RI.

    Di samping itu, masalah yang lebih besar bisa saja muncul, apabila diterbitkan Peraturan Menteri untuk mengatur perihal semester antara, sebagaimana yang diamanatkan oleh pasal 87, ayatnya yang ke-4, dan Peraturan Menteri tersebut tidak mengakomodir sistem 14 minggu efektif pada semester antara, yang kini sudah dipraktekkan di UKSW (dan beberapa PTS yang lain). Sebagai contoh apabila PerMen ternyata menetapkan bahwa jumlah minggu efektif perkuliahan pada semester antara hanya 1 ½ bulan, atau 6 – 8 minggu efektif, atau sama dengan jumlah minggu efektif pada sistem ”semester pendek” yang selama ini telah lama dikenal di kalangan PTN dan PTS se-Indonesia, maka UKSW akan gagal sebagai pelopor sistem 14 minggu efektif dalam satu semester perkuliahan, dan mau tidak mau, suka tidak suka, UKSW harus kembali kepada sistem yang lama, kalau UKSW tidak mau dikatakan sebagai lembaga yang tidak taat hukum.

    Maka keluarga besar UKSW (yang pro sistem 14 minggu x 3 model semester dalam 1 tahun akademik) haruslah banyak berdoa agar PerMen dimaksud tidak jadi diterbitkan. Ataupun kalau diterbitkan, biarlah sistem yang ada di UKSW sekarang ini bisa diakomodir di dalam PerMen tersebut. Tentu berdoa saja tidak cukup! Maka sebagai bentuk ora et labora, sudah menjadi tugas bagi petinggi – petinggi di UKSW dan di YPTKSW untuk melakukan lobi – lobi tingkat tinggi ke pihak – pihak terkait di Kementerian Pendidikan agar apa yang telah dirintis oleh UKSW tidak mubazir, dan segera dapat diakomodir di dalam sebuah PerMen. Kiranya Tuhan memberkati perjuangan UKSW.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s