CH (161): Terima Kasih Elektro!

Prestasi yang ditorehkan 3 Robot Fakultas Teknik elektro dan Komputer (FTEK) dalam Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) Tingkat Nasional 2011, membuat saya (dan mungkin sekian banyak lainnya), bangga menjadi alumni Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW).

Walaupun sempat didera masalah pendanaan, namun dalam kasta tertinggi ajang kompetisi “adu otak” mahasiswa dan “adu prestise” perguruan tinggi yang berlangsung di Universitas Gadjah Mada (11-12 Juni 2011) tersebut, robot karya anak-anak elektro itu mampu berdiri sejajar, dan bahkan mengalahkan perguruan tinggi besar (dan lebih makmur) di negeri ini.

Di Divisi Beroda, Robot R2C Deus Vult meraih Juara II, dan mampu mengalahkan Warfire-nya Universitas Gadjah Mada. Deus Vult diganjar penghargaan sebagai robot dengan desain terbaik. Robot R2C-Octopus di Divisi Berkaki, menyentuh babak perempat final. Di Divisi Humanoid Soccer, Robot R2C-R7 keluar sebagai Juara III. Berikut hasil selengkapnya.

Divisi Beroda: Juara 1 Hamazar (ITB); Juara 2 R2C-Deus Vult (UKSW), Juara 3 Warfire (UGM), Juara Harapan Rahwana (Politeknik Negeri Bandung). Best Design R2C-Deus Vult (UKSW) dan Best Algorithm Warfire (UGM).

Divisi Berkaki: Juara 1 Aqabah (ITB); Juara 2 Barelang 2.1 (Politeknik Negeri Batam); Juara 3 Revecto (UI); Juara Harapan Yaca Randa 04 (UGM). Best Design Dome (Universitas Muhammadiyah Malang) dan Best Algorithm Aqabah (ITB).

Divisi Humanoid Soccer: Juara 1 E-1205 (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya); Juara 2 Barelang 4.1 (Politeknik Negeri Batam); Juara 3 Al-Aadiyat (Universitas Negeri Yogyakarta); Juara Harapan R2C-R7 (UKSW). Best Design E-1205 (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) dan Best Algorithm Al-Aadiyat (Universitas Negeri Yogyakarta).

Dengan hasil KRCI 2011 tersebut, diketahui bahwa:

Demikianlah 9 perguruan tinggi “elit” dalam kancah tertinggi “adu otak” paling bergengsi di tingkat nasional. Hasil ini memperlihatkan bahwa UKSW masih memiliki “Nyali”. UKSW menjadi 1 dari 2 perguruan tinggi swasta yang mampu berprestasi, dan menjadi satu-satunya dari Jawa Tengah (dimana Universitas Dipinegoro, Unika Sogijapranata, Universitas Islam Sultan Agung Semarang, dan Universitas Dian Nuswantoro? Yang sempat banyak bicara di KRCI tingkat Regional III wilayah Jateng-DIY).

Terima Kasih

Prestasi teman-teman robot elektro, menjadi oase ditengah dahaga prestasi “adu otak” mahasiswa tingkat nasional bagi UKSW. Sangatlah layak, jika teman-teman tersebut mendapat ganjaran penghargaan yang setimpal dengan apa yang telah mereka lakukan dan capai, dan itu bisa dimulai dengan memberikan beasiswa bagi mereka semua. Dan tidak lupa, “reward” sepantasnya bagi para dosen pembimbing. Serta acungan dua jempol, untuk para suporter, simpatisan (alumni FTJE dan lainnya), dan untuk KORPS SANDAL JEPIT secara keseluruhan…🙂 (sfm).

Baca juga:
Catatan Harian (50): “Robot-robot” Kita
CH (103): Tiga Robot UKSW Lolos

3 thoughts on “CH (161): Terima Kasih Elektro!

  1. bukan “fakultas olahraga” sih… jadine susah pendanaane…. hwehehhehe… huwaaaaa… sing penting prestasine yo.. ra mlebu liga eh tivi eh embuh yo ra popo… ihiirrr

  2. rapopo ra mlebu liga… sing penting berprestasi…
    sing penting “ADU OTAK” bukan “ADU OTOT” … hwahahahha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s