CH (174): Rest In Peace Scientiarum?

Tidak terdengar kabar lagi perkembangan Majalah Mahasiswa Scientiarum (SA) versi cetak. Terakhir Saya baca adalah SA Edisi November 2010. Apakah SA telah berpulang (atau istilah kerennya: telah tamat riwayatnya :-))? Jika jawabnya ya, maka saya mengucapkan Rest In Peace (RIP) SA.

Mungkin SA mencoba eksis saja lewat jalur online, karena scientarum.com masih ada. Mirip dengan sejumlah media massa lain yang mulai paperless, dan beralih spenuhnya ke online. Selain lebih murah biayanya, versi online mampu menjangkau lebih luas (media coverage). Namun, banyak juga media yang masih terbit cetak, seperti New York Times, Kompas, bahkan Suara Merdeka. Walaupun mereka juga tampil online.

Atau bisa jadi SA kehabisan tenaga, dalam arti tidak ada lagi yang ngurusi SA. Karena mungkin, tidak ada lagi yang tertarik jadi “kuli tinta” di Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Universitas Kristen Satya Wacana.

Atau masalah uang lagi?

Well, apapun itu, RIP-nya SA tentu membawa angin segar bagi para pihak yang sering menerima “masukan” dan “saran”🙂. (sfm).

5 thoughts on “CH (174): Rest In Peace Scientiarum?

  1. Mungkin SA perlu diruwat ganti nama. Soalnya kalo “SA”, jadinya rancu sama saya: Satria Anandita. Jadi kalo nggak ada SA (Satria Anandita), maka SA (Scientiarum) jadi gak jalan. Ini tafsir sepihak saya sebagai mantan orang SA. Bisa dan boleh dibaca sebagai bentuk sindrom pasca-berkuasa.

  2. STR: koen iku kan legenda hidupnya Scientiarum bos….
    Belum ada tandingannya…
    SFM: dengaren mas Saam mbahas Scientiarum, bukane biasane mbahas Rektorat atau Yayasan… Hihihi…

  3. Untuk mengelola pers mahasiswa, perlu keberanian dan keterampilan jurnalistik..

    sebuah organisasi, bak sebuah roda, kadang ditas kadang dibawah, bahkan kadang bocor dan harus ganti ban pula.. Begitu pun Scientiarum..

    Personil harus ganti juga.. bahkan bisa bubar klo ngga ada gantinya.. hahaha (semoga tidak)

    Masalah terbitan cetak atau bukan cetak, saya rasa itu kebijakan organisasi saja.. terserah mereka saja Scientiarum mau buat program apa..

    tyermasuk klo pengurusnya merasa SA sudah tidak dapat dipertahankan lagi, ya buat aja program RIP.. heehee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s