CH (190): Mahasiswa UKSW Mengalami Kekerasan

Belum lagi lepas dari ingatan kita tentang kasus pembunuhan Mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), tindak kekerasan yang dialami oleh mahasiswa kembali terjadi, namun kali ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Menurut informasi dari beberapa sahabat, kejadian terjadi pada hari Sabtu dinihari (20/8), di sebuah kos-kosan (pemondokan) di daerah tidak jauh dari kampus. Sejumlah mahasiswa terlibat perkelahian, hingga berujung pada seorang mahasiswa harus masuk Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salatiga. Menurut sumber dari grup facebook yang saya ikuti, mahasiswa yang dibawa ke RSUD adalah mahasiswa baru UKSW beretnis Batak.

Kekerasan rupanya masih menjadi pilihan untuk menyelesaikan masalah dikalangan mahasiswa. Demikian fakta yang terjadi di atas. Entah berapa lagi kasus serupa, namun tidak sampai menjadi buah bibir. Jika hal tersebut terus berlangsung, sudah tentu akan mencoreng nama baik Kota Salatiga yang identik dengan “kesejukan”, dan mungkin juga menitikkan secercah noda di kesucian iman UKSW.

Saya sendiri setuju kalau kejadian tersebut diselesaikan melalui jalur hukum, mengingat “siapa yang berbuat, dia yang harus bertanggung jawab”. Mendiamkan masalah tersebut, sama saja memupuk benih-benih dendam di dalam hati para pihak. Biarlah hukum yang memberikan keadilan bagi semua, sehingga tidak perlu ada lagi dendam karena telah terselesaikan dengan tepat. Penyelesaian hukum juga mampu mengeleminir isu-isu etnisitas yang sempat diperbincangkan belakangan ini. Maka berikan kesempatan bagi hukum untuk berbicara dan beracara. (sfm).

2 thoughts on “CH (190): Mahasiswa UKSW Mengalami Kekerasan

  1. Budaya barbar tak akan membuat kita maju. Itu sudah penyakit lama “tersinggung” sedikit langsung naik pitam, bawa teman, kelompok, suku bahkan keyakinan. Tinggalkan budaya kekerasan tingkatkan budaya ilmiah yang kritis, rasional dan tertib. Kritik bisa disampaikan secara santun bukan dengan arogansi dan menyepelekan pendapat orang lain. Memang perlu belajar ke luar negeri agar tahu sopan santun dalam tatanan budaya universal.

  2. Budaya kekerasan tidak hanya di lingkungan mahasiswa UKSW…di lingkungan Pegawai Non Akademik itu (pernah/kadang)…terjadi kekerasan.
    tapi tidak kentara ……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s