CH (200): Hukuman Badan di Sekolah

Sebuah survei yang dilakukan oleh Times Educational Supplement (TES), cukup mengejutkan. Betapa tidak, hampir separuh orang tua dan 19% siswa percaya bahwa untuk meningkatkan disiplin, hukuman badan perlu diterapkan kembali. Survei juga menunjukan mayoritas orang tua dan siswa berfikir bahwa para guru perlu lebih bersikap tegas terhadap siswa yang sulit diatur.

Kementerian Pendidikan Inggris Raya telah mengumumkan akan memberikan dukungan kepada para guru untuk menegakan disiplin. Michael Gove, the education secretary, “…we need to give teachers more power to keep order and emphasise that adult authority should be respected and teachers obeyed.” Demikian seperti dikutip The Guardian.

Survei dan dukungan dari Kementrian Pendidikan itu, terus terang membuat Saya kaget, kenapa karena Inggris adalah negara barat yang sudah lama meninggalkan hukuman badan, dan sangat ketat dalam mengedepankan hak asasi anak, serta telah mengembangkan begitu banyak metode pengajaran yang menempatkan anak sebagai subyek, ketimbang obyek. Pola tersebut banyak dianut oleh negara-negara berkembang.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Hukuman badan sudah lama ditinggalkan dalam pola pendidikan di Indonesia, setidaknya itulah yang saya pahami saat ini. Namun sangat menyedihkan ketika membaca berita beberapa hari lalu tentang seorang siswa miskin yang dikenai hukuman badan (hanya) karena memakai seragam lama. (sfm).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s