CH (206): Mahasiswa “Kerasukan Setan”

Minggu lalu, kurang lebih delapan mahasiswa yang tinggal di Asrama Mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Jl. Kartini 11A, Salatiga, mengalami kerasukan kuasa jahat. Hari Senin lalu, (26/09), Saya sempat melihat sendiri salah satu mahasiswa yang kerasukan tersebut. Namun bukan itu yang akan Saya sajikan dalam tulisan, melainkan mau menjawab: Apakah bisa seorang Kristen kerasukan kuasa jahat?

Beberapa artikel di dunia maya, menunjukan adanya perbedaan padang tentang jawaban atas pertanyaan tersebut. Sebuah situs menyimpulkan bahwa orang Kristen tidak dapat dikuasai oleh roh jahat, karena orang Kristen didiami oleh Roh Kudus. Pendapat lain mengatakan sebaliknya, yaitu orang Kristen dapat dikuasai oleh roh jahat. Lalu bagaimana dengan Saya sendiri?

Sebenarnya dua pendapat tersebut ada benarnya. Jawaban pertama dapat saya terima dengan catatan bahwa orang Kristen tersebut memang selalu dalam keadaan sejati sebagai seorang Kristen, yang mau hidup sesuai dengan firman Tuhan. Jawaban kedua dapat juga Saya terima, jika orang Kristen tersebut, telah “melangkah” meninggalkan firman Tuhan.

Sebuah buku yang Saya baca beberapa tahun silam (maaf Saya lupa judulnya), tentang okultisme dan kuasa jahat, mengerucutkan bahwa hanya 2 (dua) yang mampu membuat seorang Kristen dapat kerasukan roh jahat, yaitu: (1) turunan; dan (2) membuka pintu masuknya kuasa jahat.

Buku tersebut menyatakan bahwa jika ada salah seorang dari orang tua atau nenek moyang seorang Kristen adalah seorang yang sakti (dalam konteks kuasa jahat, missal menjadi paranormal, dukun, pendekar, dll), maka sangat dimungkinkan kesaktian tersebut turun kepada keturunannya, tentu tidak semua keturunan. Itu mengapa ada seorang anak yang mampu melihat dunia lain, tapi dia merasa tidak belajar mengenai itu terlebih dahulu, atau ada yang bisa menerawang masa depan, padahal dia tidak pernah berguru kepada siapapun.

Berbagai macam cara atau media dapat digunakan untuk mengundang kuasa jahat masuk ke dalam manusia. Bisa dengan belajar kepada dukun-dukun, paranormal, dll. Bisa juga dengan belajar dengan bantuan media, seperti tarot (medianya kartu), meminum ramuan tertentu dari dukun/orang sakti (medianya menuman/makanan). Perilaku-perilaku jahat pun dapat diketegorikan di sini, misal: perilaku suka berbohong, mabuk-mabukan, suka berjudi, main perempuan, dll. Kesemuannya itu mengundang roh jahat masuk.

Jadi orang Kristen yang masih masuk dalam 2 kategori ataupun salah satu dari di atas, bisa dirasuki oleh kuasa jahat.

Seorang rekan diskusi Saya mengatakan bahwa orang Kristen yang sering mengosongkan pikiran dapat juga mengalami kerasukan. Menurut Saya, pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar, kenapa? Jika pengosongan pikiran itu merupakan media/sarana belajar sesuatu yang di luar kuasa Tuhan, maka itu ada benarnya. Saya sendiri pernah melihat seorang sahabat yang mengosongkan pikirannya saat meditasi, dan akhirnya kerasukan. Ada beberapa jenis bela diri yang mengosongkan pikiran saat bermeditasi. Lalu bagaiman jika terjadi pengosongan pikiran saat kita tidur?

Apakah bisa kekuatan supranatural yang didapat dari roh jahat ditahirkan, lalu digunakan untuk kemuliaan nama Tuhan? Menurut Saya, tidak. Saya perpegangan bahwa dalam diri seorang Kristen, tidak dapat bersanding kekuatan jahat dan kekuatan Tuhan bersamaan. Roh jahat bukanlah seperti gitar (benda), yang ditahirkan untuk digunakan memuji Tuhan. Sejumlah tulisan kesaksian dukun ataupun paranormal yang akhirnya menjadi pengikut Kristus, kehilangan “kekuatannya” dan hanya bersandar kepada kekuatan Tuhan saja. Karena, itulah yang sebenarnya Tuhan inginkan, agar kita hanya bersandar kepada kekuatan-Nya saja.

Tapi ada orang Kristen yang bisa melakukan mujikzat, bagaimana dengan ini? Catatan dalam Alkitab pun menyatakan ada orang yang bisa membuat mukjizat, namun dengan satu catatan, yaitu itu atas kuasa Yesus. Bacalah, atas perintah Tuhan, Musa mampu membelah laut. Sejumlah Rasul Tuhan pun mampu mengusir roh jahat dalam tubuh manusia, namun dialaskan dalam nama Yesus Kristus. Ini mengindikasikan bahwa seorang awam (bukan pendeta, ataupun bagian dari majelis), dapat juga memiliki kekuatan mengusir roh jahat.

Bagi saudara-saudari pemeluk Kristen yang merasa berada dalam dua kategori itu, maka patutlah berbenah. Jika tidak tau harus berbuat apa, sebaiknya bertanyalah kepada orang-orang yang lebih tau dan mengerti bagaimana menyelesaikannya. Hati-hati, jangan salah memilih, karena adapula yang semakin tersesat.

Tidak akan ada kedamaian dalam kuasa jahat, walau berbagai macam “kelebihan” (seperti melihat masa depan, berbicara dengan roh, mengusir roh jahat, disegani, dicintai banyak orang) di peroleh. ”Kelebihan” itu tidak gratis. “Kelebihan” itu akan semakin membawa kita jauh dari keselamatan sejati.

Terlepas dari dua hal di atas, mendekatkan diri kepada Tuhan adalah satu-satunya cara agar kita dibentengi dari roh jahat. Banyaklah berdoa, memuji Tuhan melalui pujian, membaca firman-Nya, dan melakukan sesuai dengan perintah Tuhan dalam keseharianmu, maka kuasa jahat tidak akan mampu menguasaimu.

Tulisan ini jauh dari sempurna, Saya mengharapkan diskusi,  agar tercipta pemahaman yang lebih dalam lagi.  (sfm).

3 thoughts on “CH (206): Mahasiswa “Kerasukan Setan”

  1. waktu kuliah di fh uksw dulu, tak ada kudengar cerita dr teman2 f. theolgi bgmn melayani pelepasan kuasa2 kegelapan

  2. Saya setuju dengan saudara Saam. satu-satunya cara adalah dengan mendekatkan diri pada TUHAN. Karena hanya dengan cara itu maka Roh Kristus ada dalam diri kita, yang membentengi kita dari segala kuasa roh jahat (baca: Roma 8)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s