CH (214): Rimina-Rimini Indonesia

Paduan Suara Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November

Dua dari tiga Paduan Suara Mahasiswa (PSM) perguruan tinggi Indonesia, sepanjang pengetahuan saya, menorehkan prestasi di ajang “Rimini International Choral Competition” yang berlangsung di Italia, 6-9 Oktober 2011. Keduanya adalah Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dan Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS), sedangkan Perbanas, hingga hari ini (17/10), belum Saya ketahui pencapaiannya.

PSM ITS yang mengikuti 2 dari 4 kategori, membukukan 2 Emas, dan penghargaan untuk konduktor terbaik. Emas level I diperoleh ITS dari kategori lagu klasik, dengan nilai yang dicapai 85,40. Emas level II dicapai di kategori lagu daerah, dengan nilai 94,6. Sang Konduktor, Budi Susanto Yohanes, menerima penghargaan sebagai “The Best Conductor”.

Tahun 2010, PSM ITS juga berhasil memperoleh 2 Emas di ajang “Busan Choral Festival and Competition”, di Korea Selatan.

Tim PSM UKSW “Satya Wacana Vocal Consort” sendiri memperoleh Emas dan Perak, dari 2 kategori yang diikuti, yaitu Folkfore dan Gospel, serta Musica Sacra (Klasik).

Bagi UKSW, pentas internasional di Italia tersebut bukan yang pertama. Pada perhelatan “The 23rd Takarazuka International Chamber Chorus Contest”, di Takarazuka, Jepang, tahun 2007, Tim PSM UKSW berhasil memperoleh Emas untuk Kategori Folklore dan Medali Perak untuk Kategori Teater.

Pada tahun 2010, tidak satu pun PSM perguruan tinggi Indonesia mengikuti Rimini International Choral Competition. Saat itu, PSM Universitas Ljubljana dari Slovenia “APZ Tone Tomsic”, keluar sebagai juara umum.

Sayang, prestasi PSM ITS dan UKSW tersebut, belum mampu menyamai PSM Institut Pertanian Bogor (IPB) di ajang yang sama tahun 2009. Saat itu PSM IPB keluar sebagai juara umum. Berikut penampilan PSM IPB “Agria Swara” di Italia.

Menarik

Fenomena prestasi baik PSM ITS dan IPB di Rimini, patut mendapatkan perhatian khusus, mengapa? Karena dua perguruan tinggi tersebut bukanlah perguruan tinggi yang memiliki jurusan musik. Jika ITB dan IPB bisa berprestasi di kancah olah vokal, maka sudahlah tentu PSM dari berbagai perguruan tinggi baik negeri/swasta di Indonesia yang memiliki fakultas yang berhubungan dengan olah vokal dapat lebih baik. Lalu dimanakah mereka?

Mungkin Rimini Internasional bukanlah sasaran bagi PSM-PSM Indonesia yang lain. Mungkin juga mereka terkendala masalah biaya untuk dapat mengikuti kejuaran di Italia tersebut. Tim “Satya Wacana Vocal Consort” dengan kekuatan 22 orang saja mengeluarkan dana kurang lebih 300 juta. Memang harga yang mahal untuk bisa bertarung di kancah internasional.

Sekilas Rimini

Perhelatan Rimini International Choral Competition 2011, adalah untuk yang ke-5 kali. Ada 4 kategori yang diperlombakan, yaitu: (a) Equal Voices Choirs; (b) Mixed Voice; (c) Children and Young Choirs; dan (d) Folk or Gospel/Spiritual Choirs.

Juara dan runer up di tiap-tiap kategori (jika skor mereka lebih dari 80,01), berhak mengikuti Kategori “X”, atau sebut saja grand final. Untuk hadiah, dapat dilihat di tabel berikut:

Dengan asumsi kurs 1 euro = Rp. 13.000,-, maka juara 1 dengan total hadiah 12.000 euro, sama dengan Rp. 156.000.000. (sfm).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s