CH (248): Satya Wacana Angsapura “Kehilangan” Danny Kosasih

D K

Klub kebanggaan Salatiga dan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Satya Wacana Angsapura (SWA) yang bertanding di National Baskeball League (NBL), akan menatap Seri III di Palembang tanpa Danny Kosasih (DK) sebagai coach. Pasalnya, DK diberikan mandat oleh Perbasi untuk mengarsiteki Tim Nasional Usia 18 Tahun.

Pernyataan pengunduran diri DK, dilansir beberapa media. Joglosemar.com, edisi 16 Januari 2012, mengutip jawaban DK, “Saya harus tahu diri, karena kalah terus, biarlah nanti di seri selanjutnya dipegang pelatih yang lain”. Mediaindonesia.com, Minggu (15/1), turut menulis pernyataan pengunduran diri DK, “Saya akan mundur dari pelatih Angsapura, karena gagal mengangkat Angsapura. Kasihan, anak-anak mereka pemain potensial agar ada pelatih yang lebih baik dari saya”.

Pengunduran diri tersebut keluar setelah pertandingan terakhir Seri II NBL di Solo. Minggu (15/1). SWA yang diharapkan mampu mengatasi perlawanan Comfort Mobile BSC Jakarta, harus menyerah dengan angka 68-65. Padahal dalam musin lalu di tempat yang sama, SWA mampu mengalahkan BSC. Dengan kekalahan itu, maka dalam 11 kali tanding, SWA tidak mampu meraih satu kalipun kemenangan dan menghuni juru kunci NBL Seri II kali ini.

Timnas U-18

Pasca pengunduran diri dari SWA, DK tidak akan menganggur terlalu lama. Berita di suaramerdeka.com pagi ini (17/01), dapat kita ketahui bahwa DK dipilih oleh Perbasi untuk menjadi coach Timnas U-18. ”Keputusan memegang Timnas U-18 sudah diambil sejak dua pekan lalu. Sebelum saya melepas posisi pelatih Satya Wacana,” ucap DK. Jika dihitung mundur, maka keputusan itu diambil pada awal Januari 2012, tidak beberapa lama sebelum Seri II bergulir.

Namun saya cukup binggung memperhatikan jawaban DK di suaramerdeka.com, bahwa dia terkejut atas pemilihannya sebagai coach Timnas. Berikut saya kutipkan.

Danny sendiri terkejut dengan keputusan PB Perbasi memilihnya untuk menukangi timnas. Apalagi, pelatih yang kerap tampil dengan kepala plontos ini mengganggap bahwa dirinya adalah pelatih gagal saat memegang Satya Wacana yang selalu kalah dalam sebelas kali laga di National Basketball League (NBL) Indonesia.

Jika keputusan telah diambil DK dan Perbasi sebelum Seri II dimulai, maka kata-kata DK tersebut di atas tidak perlu diucapkan. Atau mungkin wartawannya yang keliru menuliskannya.

Anyway, memegang kendali sebagai coach Timnas U-18 tentu lebih berat bebannya ketimbang menukangi SWA. Hal itu dapat diketahui dari target yang diberikan Perbasi kepada DK, yaitu minimal mampu menyamai prestasi Timnas U-16. DK pernah membawa U-16 masuk tujuh besar Asia.

Timnas U-18 direncanakan mengikuti SEABA U-18, di Jakarta, Mei 2012 nanti. Jika target juara tercapai, maka Timnas secara otomastis Timnas lolos ke Kejuaraaan FIBA Asia di Mongolia, September 2012. Tiga tim teratas berhak lolos ke FIBA Asia.

SWA Tanpa DK

DK bukanlah sosok baru bagi Satya Wacana. Sebelum masuk ke NBL, DK telah membimbing Tim Basket Mahasiswa UKSW di beberapa perhelatan Liga Basket Mahasiswa, baik tingkat Daerah maupun Nasional. Ditambah dengan pemain-pemain SWA adalah mahasiswa dan bukan pemain profesional layaknya klub-klub lain, maka dengan pengunduran diri DK, tentu sangat membekas di hati tim.

Saya berharap, kesedihan SWA tidak terlalu lama, karena SWA harus siap menghadapi Seri III di Palembang, 28 Januari 2012 nanti. Waktu sangat mepet untuk mencari sosok pengganti DK, namun saya yakin manajemen SWA akan memperoleh yang terbaik. (sfm).

3 thoughts on “CH (248): Satya Wacana Angsapura “Kehilangan” Danny Kosasih

  1. Selamat jalan pak DK…
    Terima kasih atas jerih lelahnya bagi SWA.
    Mohon maaf kalau hasil 11 kali pertandingan dalam NBL Seri II kali ini sangat, dan amat sangat mengecewakan.
    Kiranya di tempat yang baru bapak bisa jauh lebih berhasil dari pada di Salatiga.
    Salam kagen dari para pengagummu.

  2. Kok bisa kalah total, tanpa menang sekali saja? Bukankah Tim SWA telah mendapat fasilitas penuh? Kuliah kelas “khusus”, beasiswa full, nilai – nilai pun bisa diatur dengan dosen khusus, penginapannya dengan fasilitas khusus di asrama Kartini, dan lain sebagainya. Kurang apalagi?! Pelatihnya saja orang sekaliber pak Danny Kosasih! Bukankah uang mahasiswa/UKSW yang digelontorkan untuk Tim SWA juga udah miliyaran rupiah? Seandainya saya rektor, maka saya akan perintahkan audit menyeluruh sistem pembinaan dan sistem keuangan Tim SWA, bila hingga pertengahan tahun 2012 ini tidak ada satu prestasipun yang diraih! Bukankah lebih etis dana – dana untuk Tim SWA dipakai untuk menambah lagi beasiswa bagi mahasiswa/i UKSW yang tidak mampu? Salam olahraga!

    • Saya adalah pengagum dari Pak Danny Kosasih…beliau adalah seorang pelatih yang lebih mementingkan Fundamental basket daripada menjadi juara. SWA pemainnya adalah mahasiswa dan bukan pemain profesional, jadi wajar saja jika sering kalah dalam pertandingan. Saya yakin jika pak Danny masih melatih di SWA maka 2-3 tahun lagi SWA akan menjadi tim besar karena penguasaan fundamental yang bagus…

      untuk masalah biaya UKSW setahu saya cuma mengeluarkan 250juta dan ditambah dari NBL 200jt total 450 juta. Dana yang cukup minim jika dibandingkan dengan pengeluaran tim sekelas Pelita Jaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s