CH (252): “Musa” di Tangan Spielberg

moses

Satu lagi satu babakan dalam guratan Alkitab akan disajikan lewat layar lebar oleh seniman-seniwati Hollywood. Setelah Mel Gibson menelorkan “The Passion of Christ”, kali ini sutradara langganan nominasi Oscar Steven Spielberg (SS) berencana membawa lakon “Sang Pembelah Laut Merah”.

Dicatat dalam situs berita huffingtonpost.com, Warner Bros siap mengandeng SS untuk mewujudkan kisah Musa dalam film berjudul “Gods And Kings”. Rencananya, film itu akan selesai antara Maret atau April 2013 nanti.

Saya tidak sabar untuk melihat film itu. Ada satu hal yang ingin saya lihat, yaitu intepretasi SS terhadap kisah Musa. Kalau saya jadi SS, maka ada tiga kisah hidup terpenting dalam babakan Musa, yaitu: (1) kelahiran Musa, (2) perjalanan membawa bangsa Israel keluar dari Mesir (dan terutama ketika Sang Nabi itu membelah Laut Merah), serta (3) saat Musa menerima 10 Perintah Allah.

Kelahiran Musa patut disajikan SS, Karena dalam cerita Musa adalah anak seorang Israel yang diadopsi oleh penguasa Mesir, setelah diselamatkan dari pembuangan di Sungai Nil. Inilah awal kebesaran sosok Musa, dimana dia kemudian hari memiliki kehidupan sebagai orang bukan Israel, namun dipanggil Allah untuk membawa bangsanya keluar dari era perbudakan.

Kisah-kisah perjalanan bangsa Israel dalam pimpinan Musa tidak kalah serunya. Sikap pesimis dan bersunggut-sunggut bangsa Israel dibalas Allah dengan kelimpahan berkat penyertaan, seperti manna, tiang api dan awan, serta lainnya. Pada masa ini pula, keimaman bangsa Israel diuji, dan sering mereka jatuh dalam pencobaan. Satu yang menjadi murka Allah ketika mereka membuat patung emas sebagai sembahan.
Dalam perjalan itu juga, ada kisah tersendiri antara Musa dan Allah, yaitu turunnya 10 Perintah Allah. Taurat yang masih dipegang bangsa Israel hingga kini.

Saya tidak tahu, apakah nantinya SS akan tertarik untuk masuk dalam perdebatan panjang tentang 2 hal, yaitu: (1) kematian Sang Nabi, serta (2) kenapa Allah tidak berkenan Musa masuk ke tanah perjanjian. Kalau sampai SS berani menampilkan inteprestasi kedua hal itu, maka sebenarnya itulah yang akan ditunggu-tunggu umat penganut Kristen ataupun Yahudi. Akankah SS menuai kutuk atau pujian? Kita tunggu saja filmnya.

Ada Apa?

Namun diantara tanda-tanya di atas, ada sekian tanda-tanya tersendiri dari pikiran nakal saya, “kenapa cerita Musa dipilih untuk diangkat sebagai lakon dalam industri film Amerika?”. Apakah ini bagian dari propaganda AS kepada dunia Islam (terutama di Timur-Tengah)?

Arab’s Spring membawa berkat sendiri bagi negara-negara barat. Keinginan masyarakat di negeri-negeri tersebut menuntut demokratisasi dan HAM, kelihatannya ingin di panen AS dengan sodoran intepretasi budaya dengan dasar cerita Musa yang diakui oleh penganut Yahudi, Kristen maupun Islam.
Ah, saya tidak tahu juga…biarlah, semua kembali ke penonton film nanti tentang bagaimana mereka memahaminya. Saya percaya, penonton jaman sekarang sangat bijak dalam menilai. (sfm).

One thought on “CH (252): “Musa” di Tangan Spielberg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s