CH (254): RHK Edisi XXI UKSW

“Janganlah Kita Menjauhkan Diri dari Pertemuan-pertemuan Ibadah Kita” (Ibrani 10:25), demikian tema Renungan Harian Kampus (RHK) Edisi XXI, bulan Januari-Februari, milik Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Seperti biasa, Campus Ministry (CM) adalah sutradara di balik keluarnya RHK kali ini.

RHK dengan nuasan hijau tua itu, berisi 60 renungan, untuk 2 bulan, mulai 1 Januari hingga berakhir 29 Februari 2012. Kesemuanya ditulis oleh 12 orang, baik mahasiswa, pegawai nondosen, serta dosen, dilingkungan UKSW. Sebagai satu dari 12 orang tersebut, Saya mengucapkan terima kasih kepada CM, untuk kesempatannya. Tertera juga sebagai penulis, diantaranya yaitu: Pdt. Wellem Sairwona, M.Th. (Pendeta Kampus), Duncan Barlow, M.A.Th., Dr. Simon Tanaka, Dr. Iwan Setiawan, Yohanes Martono, M.Sc., Dr. Lydia Ninan Lestario, dan Jelita Silaban.

CM UKSW

Kalau diijinkan memberikan komentar untuk RHK kali ini, maka ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan. Pertama, akhirnya CM punya logo, selamat. Logo terlihat sederhana, gambar rumah dengan tanda Salib menyongsong di pintu masuk. Di bawah Salib ada tulisan UKSW. Jika diijinkan mengintepretasikannya, maka arti logo tersebut adalah UKSW sebagai rumah Tuhan (direpresentasikan oleh Salib).

Kedua, cover foto yang menarik. Sangat cocok dengan tema kali ini. Namun ijinkan saya binggung, untuk yang satu ini. Apakah foto tersebut originally taken by sang pembuat design cover? Jika ya, ada baiknya credit diberikan juga kepadanya dengan menuliskan foto diambil oleh…(nama).

Ketiga, dalam beberapa kali terbitan, termasuk RHK kali ini, nama sejumlah pendeta, ataupun dosen dari Fakultas Teologi, jarang terlihat. Ah…, tidak tahu juga, semoga saya salah. Namun, jika CM kehabisan stok penulis dengan latar belakang teologi, mungkin CM bisa membuka kesempatan bagi pendeta-pendeta dari gereja pendukung UKSW, terutama yang ada di Salatiga, untuk menulis. Toh, mereka juga acap kali menjadi pelayan firman di Ibadah Senin. Bisa juga penulis dari pensiunan UKSW, atau mungkin dari para pengurus, pengawas, ataupun Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana. Banyak dari mereka adalah pendeta.

Akhirnya, ucapan terima kasih kepada CM atas kehadiran RHK (walau telat). Menurut saya, kehadiran RHK secara regular, bukan saja menandakan “Kristennya” lembaga ini, tapi juga bagian dari melestarikan budaya baik yang sudah ditanam. (sfm).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s