CH (277): Ontran-ontran Jelang Pilrek UKSW

Setelah membaca serangkaian informasi yang ada di dunia maya, saya mencatat ada sejumlah ontran-ontran yang terjadi diinternal Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), tepatnya menjelang Pemilihan Rektor (Pilrek).

Sejak berdiri hingga hari ini, UKSW telah memiliki 6 orang rektor. Rektor Magnificus pertama dipegang oleh Dr (Hc) Oeripan Notohamidjojo, S.H. (periode 1956-1973), lalu estafet kepemimpinan “diberikan” kepada Pdt. Em. Dr. Sutarno (1973-1983), kemudian kepada Willi Toisuta, S.Pd., Ph.D. (1983-1988 dan1988-1993), selanjut Prof. John J.O.I. Ihalauw (JOI), S.E., Ph.D. (1993-1997 dan 1997-2001, pada saat menjabat belum begelar professor), lalu Pdt. Prof. Drs. John A. Titaley, Th.D.(jilid pertama, 2001-2005), Prof. Kris Herawan Timotius, Ph.D. (2005-2009), dan kembali Pdt. Prof. Drs. John A. Titaley, Th.D. (jilid kedua, 2009-2013).

Maksud “diberikan” pada alinea di atas adalah Sang Notohamidjojo menyiapkan Pak Sutarno menjadi pengantinya. Hal itu saya ketahui untuk pertama kali saat mewawancara Bu Noto, sebelum beliau wafat.

Ontran-ontran terjadi 3 kali, yaitu tahun 1990, 1994, dan terakhir 2009. Pertama, menjelang Pilrek tahun 1990. Catatan Andreas Harsono (AH), alumnus Fakultas Teknik Jurusan Elektro (FTJE) UKSW, dalam situs pribadinya, menunjukan adanya ontran-ontran diantara tahun 1987-1988. Pangkal permasalahan adalah “protes” Arief Budiman (AB), Ph.D. Pada tanggal 31 Juli 1987, AB mengirimkan surat teguran dan peringatan kepada Rektor Willi Toisuta, Ph.D., (WTS), tentang dua hal, (1) keterlibatan UKSW maupun pimpinan universitas secara pribadi dalam bisnis dan proyek; dan (2) sistem koneksi, yang “dipaksakan” pihak pimpinan dalam proses penerimaan mahasiswa dan karyawan yang masuk ke UKSW.

Lebih lanjut AB juga juga menyentil sejumlah skandal moral yang melibatkan tokoh kampus. “Pada saat ini saya anggap pimpinan kurang dikontrol. Bagi saya, kontrol selalu baik karena saya percaya pada pepatah yang mengatakan Power tends to corrupt, absolute power corrupts absolutely”, demikian kutip AH. Selengkapnya dapat dibaca dalam situs Andreas.

Kedua, ketika Pilrek 1994. Ontran-ontran 1994 hingga hari ini masih tercatat sebagai ontran-ontran terbesar yang terjadi di UKSW. Berawal dari akan berakhirnya masa kerektoran WTS, muncul 3 calon kuat, yaitu Dr. Liek Wilardjo, JOI, dan John A. Titaley, Th.D. Ingin tau lebih dalam, salah satu sumber bacaan mengenai kemelut 1994, dapat dibaca seperti versi Budi Kurniawan, alumnus FTJE.

Tolak Kecurangan Pemilihan Rektor UKSW (2009)

Ketiga, saat Pilrek 2009. Berikut kutipan dari suaramerdeka.com, “Puluhan dosen, karyawan, dan mahasiswa UKSW Salatiga melakukan aksi protes penentuan bakal calon (Balon) rektor yang dinilai tidak transparan dan demokrasi karena hanya menyisakan dua orang saja tanpa menyebutkan kriteria mereka.” Juru bicara dosen dan karyawan, dalam aksi tersebut dalah Yulius Yusak dan David Samiono. Selengkapnya dapat dilihat di link, “Dosen Pertanyakan Calon Rektor UKSW’, “Pembina YPTKSW Loloskan Empat Calon Rektor”, serta “Dosen dan Karyawan Dukung 4 Calon Rektor”.

Akankah terjadi ontran-ontran jelang Pilrek 2013? Akankah isu-isu seputar transparansi seperti terjadi di 2009, atau isu silang pendapat pada tahun 1994, ataupun selembar surat mirip apa yang diutarakan AB, akan menguap/muncul kepermukaan kembali? Biarlah sang waktu yang menjawabnya. (sfm).

One thought on “CH (277): Ontran-ontran Jelang Pilrek UKSW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s