CH (291): “Laskar” Mahasiswa UKSW

Resimen Mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (Menwa UKSW) menerima pendaftaran anggota baru mulai tanggal 30 April yang lalu hingga 10 Mei 2012 nanti. Kehadiran Menwa sendiri sudah ada sejak lama di kampus ini. Satu catatan penulis berikan bagi hadirnya kembali Si-“Baret Ungu” (Warna Baret Menwa).

Semasa berkuliah di UKSW, saya masih sempat melihat dan merasakan kehadiran Menwa. Satu hal yang menjadi perhatian saya adalah sikap represif yang sering dipertontonkan oleh anggota Menwa saat sejumlah kegiatan berlangsung di kampus, terutama saat Menwa turut ambil bagian dari perhelatan Orientasi Pengenalan Kampus (Ospek). Satu contoh terjadi saat Inagurasi Mahasiswa Baru tahun 1997, yang berlangsung di Balairung Universitas (BU). Malam itu sangat kentara sikap represif Menwa ditunjukan, yaitu dengan melarang sorakan-sorakan mahasiswa yang menonton atraksi-atraksi yang dipersembahkan oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai jurusan di atas panggung. Mahasiswa baru hanya diperbolehkan bertepuk tangan sewajarnya saja.

Kehadiran Menwa kembali, setelah vakum beberapa tahun, tentu membawa sejumlah Tanya di dalam benak saya. Kenapa harus ada lagi “Tentara” Mahasiswa di kampus ini? Kenapa tanya itu saya sampaikan, karena dulu seingat saya, kampus ini sangat sering melantunkan kritik kepada pemerintah termasuk kepada aparat kemanan. Apakah mereka mampu mentransformasikan diri sebaga Menwa di era reformasi? Jika Menwa masih menggunakan paradigma lama (Orde Baru), maka bersiaplah dengan gesekan-gesekan fisik yang mungkin terjadi di dalam kehidupan mahasiswa. Sejak reformasi, mahasiswa merasakan sejuknya “kebebasan”, dapat dilihat dengan mengeliatnya pers mahasiswa, hadirnya unit kegiatan mahasiswa lainnya, serta semakin terbukanya informasi lewat media maya.

Terakhir, sebuah harapan ingin saya sampaikan. Jikalaupun Menwa harus hadir di kampus ini, maka Menwa patutlah mandiri, dalam arti bukan menjadi “kaki-tangan” dari pihak-pihak tertentu yang mungkin menggunakan “Laskar Mahasiswa” ini untuk kepentingan sesat dan sesaat. Jadilah Menwa yang benar-benar berdiri di atas “Merah-Putih”.

Berikut foto-foto Menwa UKSW tempo dulu, semua foto diambil dari akun facebook salah satu mantan anggota Menwa, Angeliky Kia Day (AKD). AKD alumnus Fakultas Hukum, saat ini bekerja sebagai hakim di Pengadilan Negeri Waigapu, Sumba Timur, Nusa Tengara Timur.

(sfm).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s