CH (294): Tak Terakreditasi, Dilarang Keluarkan Ijazah

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Pendidikan Nasional secara tegas menyatakan bahwa sebeluml 16 Mei 2012, Program Studi (progdi) disemua Perguruan Tinggi (PT) wajib terakreditasi. Bagi yang melanggar, selain tidak diijinkan mengeluarkan ijazah, PT tersebut akan dikenakan denda 1 Miliar rupiah. Demikian sedikit informasi yang disajikan dalam Koran Kompas cetak edisi Senin (14/06).

Itu berarti waktu yang tersedia, bagi PT yang masih memiliki Progdi tak terakreditasi untuk mengakreditasi atau minimal telah menyampaikan dokumen permohonan akreditasi ataupun reakreditasi, hanya tinggal hari ini (Selasa, 15/06).

Waktu yang telah diberikan kepada PT sebenarnya telah tercantum dalam PP tersebut, yaitu 7 tahun sejak PP tersebut dikeluarkan (16 Mei 2005). Namun masih ada saja PT di Jawa Tengah (Jateng) yang masih kesulitan memenuhi hal itu. Menurut pengakuan Koordinator Kopertis Wilayah VI Jateng, masih ada 23% yang belum terakreditasi. Dari jumlah itu, baru separuh yang telah mengajukan ke Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Lalu sisanya?

Perlu Dicermati

Permasalahan ini perlu dicermati semua pihak, tidak saja para PT dan peemrintah, melainkan patut diperhatikan juga oleh para calon mahasiswa baru atau mereka yang baru saja lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat. Pertaruhan besar terjadi ketika mereka, dengan minimnya informasi yang tersedia tentang Progdi terakreditasi ataupun tidak, memilih Progdi yang hendak dituju nantinya setelah hasil Ujian Nasional diumumkan.

Di sisi lain, perlu juga masyarakat dan pemerintah mencermati perilaku tidak jujur yang mungkin dilakukan oleh PT saat mengajukan proses akreditasi Progdinya. Kemungkinan-kemungkinan menggunakan data-data palsu bisa saja terjadi, hanya untuk mengejar status akreditasi dengan cara “polesan”, tanpa bersusah-susah ataupun mengeluarkan dana yang besar. Data-data paslu, misalnya pembuatan surat keputusan fiktif mengenai pengangkatan dosen tetap.  Selanjutnya lihat Tulsan CH (74): “Mengintip” Perguruan Tinggi Lewat evaluasi.dikti.go.id.

Akan sangat disayangkan, apabila ada cara-cara tersebut yang digunakan oleh PT. Selain menghilangkan esensi pendidikan, PT tersebut telah menjauhkan semangat untuk menjunjung nilai-nilai luhur kejujuran. Apalagi jika cara-cara “tidak halal” itu dilakukan oleh PT dengan embel-embel Agama. Tidak saja manjauhkan pengakuan dan otoritas “Sang Khalik” dalam penyertaan PT bersangkutan, melainkan kita juga patut mempertanyakan moralitas para pemimpinnya, “Apakah mereka akan mempertaruhkan keimanan dari PT tersebut hanya demi sebuah akreditasi polesan?”.

Jika ada dari mereka yang berfikir bahwa mereka terpaksa melakukan “akreditasi polesan” demi keberlangsungan PT tersebut (mengingat ada banyak pegawai dan mahasiswa yang dipertaruhkan), maka sungguh alasan ini sangat disayangkan. Seharusnya ketika mendirikan PT atau membuka Progdi telah dipikirkan segala aspek yang patut dipenuhi dikemudian hari.

Banyak juga pemimpin PT beragama yang berfikir bahwa, “yang penting dibuka dulu, masalah nanti kita serahkan kepada Tuhan, pasti Dia buka jalan”. Ucapan religius tersebut sangat jelas bahwa pemimpin PT tersebut mengharapkan dan menyerahkan perjalanan PT/Progdi kepada kekuasaan Tuhan. Tapi bukan ucapan yang dibutuhkan, melainkan konsistensi dalam melakukan firman Tuhan-lah yang patut dikedepankan. Apa arti mengucapkan, “Menyerahkan semua kepada Tuhan”, tapi masih saja menggunakan cara-cara tidak jujur dalam menjalankan PT tersebut?

Saran

Bagi para calon mahasiswa atau masyarakat umum, berhati-hatilah memilih PT dan Progdi yang ingin dituju nanti. Janag terbuai oleh sejumlah rayuan “fasilitas”, “beasiswa”, dan lainnya. Aktiflah mencari informasi mengenai PT dan Progdi dari berbagai media, termasuk di dunia maya. Kunjungilah situs-situs yang memberikan informasi seputar akreditasi dan lainnya lewat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi ataupun BAN-PT. (sfm).

One thought on “CH (294): Tak Terakreditasi, Dilarang Keluarkan Ijazah

  1. Info lengkap tentang progdi yang sudah atau belum terakreditasi, bahkan yang sudah kadaluarsa masa akreditasinya dapat diklik di : http://ban-pt.kemdiknas.go.id/direktori.php. Selanjutnya Anda tinggal memasukan KOPERTIS wilayah berapa yang mau dipilih, atau langsung saja menulis nama universitas yang dimaksud. Maka akan muncul semua data yang Anda butuhkan. Sebagai contoh untuk UKSW Salatiga, Kopertis 6, akan muncul data 36 progdi (dari D3 hingga S2) yang telah terakreditasi (baik yang masih berlaku maupun yang sudah kadaluarsa). Jadi sisa progdi (D3 hingga S3) yang tidak disebut dalam 36 progdi di atas tergolong ke dalam progdi yang tidak/belum pernah sekalipun terakreditasi. Semoga bermanfaat bagi para orang tua dan/atau calon mahasiswa baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s