CH (296): Me-recall John Manoppo?

Rabu (30/05), situs berita online Kedaulatan Rakyat, melansir berita tentang penetapan mantan Walikota Salatiga yang juga mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Kristen Satya Wacana (PP Ikasatya) John Manuel Manoppo (JMM), S.H., sebagai tersangka kasus dugaan korupsi 220 Juta, di Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU). Dengan status tersebut, akankah PP Ikasatya bersikap?

Kasus Korupsi PDAU menjadi kasus hukum kedua yang dihadapi JMM, sebelumnya pada bulan Maret Kepolisian Daerah Jawa Tengah memeriksa JMM sebagai saksi dalam kasus korupsi pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS), baca CH (287): Mantan Ketum Ikasatya Jadi Saksi Kasus JLS.

Recall?

Pada periode 2008 – 2013, JMM masuk dalam kepengurusan Pengurus Pusat (PP) Ikasatya dalam jajaran penasehat, bersanding bersama Pdt. Em. Dr. Sutarno, Prof. John Ihalauw, Prof. K.H. Timotius, Prof. John Titaley, Prof. Hendrawan Supratikno, Sudhamek, dan Agus Prodjosasmito. John merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana. Selain duduk sebagai penasehat di PP Ikasatya, ia diberi kepercayaan mewakili alumni untuk duduk di kursi terhormat sebagai salah satu Pembina di Yayasan perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW).

Dengan telah melekatnya status tersangka pada diri JMM, apakah PP Ikasatya akan bersikap dengan melakukan recall atau mungkin menonaktifkan untuk sementara JMM dari kursinya di Pembina YPTKSW dan Penasehat PP Ikasatya? Kenapa Ikasatya perlu memeprtimbangkan melakukan hal itu? Meminjam pertimbangan Saldi Isra ketika dimintai pandangan oleh Tempo tentang Siti Fadila Supari, anggota Dewan Pertimbangan Presiden, saat mendapat status tersangka kasus korupsi, maka patut dipertimbangkan penonaktifan JMM, karena status tersebut dapat mencederai wibawa PP Ikasatya. Namun kita juga harus realistis, karena semua tentu kembali ke tangan PP Ikasatya.

Ikasatya Bersikap

Dalam catatan saya, PP Ikasatya pernah bersikap saat terjadi kematian Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara Umbu Lage Lozara (ULL), yang kebetulan adalah alumni Fakultas Hukum UKSW, sekitar tahun 2005. Menaggapi kematian yang “tidak wajar” ULL, Ketum PP Ikasatya pada waktu itu dijabat oleh JMM, mendesak agar mengusut kasus tersebut dengan tuntas. (sfm).

5 thoughts on “CH (296): Me-recall John Manoppo?

  1. Untuk menjaga nama baik Ikasatya, maka sebaiknya ybs secara konsekuen minta di nonaktifkan dulu sampai kasus hukum ini putus. PP Ikasatya perlu mengeluarkan kebijakan khusus untuk hal ini, dengan pertimbangan yang matang karena banyak kasus hukum dilatarbelakangi politik. PP Ikasatya juga berkewajiban membantu bung JJM dari segi hukum dengan membentuk tim pengacara untuk membantu beliau walaupun JMM seorang ahli hukum.

  2. Ya sebaik ya JMM dinonaktifkan karena akan mempersulit posisi ikasatya dalam jejaring PTS yang dikenal kritis dan idealis, apalagi perkara korupsi ini menjadi musuh rakyat krn merugikan rakyat…jadi ikasatya harus realistis demikian juga dengan YPTKSW harus mengambil sikap yg realistis tanpa harus menunggu, karena menyangkut kewibawaan YPTKSW. Terima kasih

  3. Tindak pidana itu…merupakan …tanggung jawab. perorangan….bukan tanggung jawab org lain dan atau organisasi. IKASATYA sebagai organisasi Alumni…dalam AD/ART Perguruan Tinggi KRISTEN SATYA WACANA, bukan sebagai Pembina. Oleh karena itu saatnya utk..kembali ke jalan yg benar….!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s