CH (Special News): Padi Rawa Populer di UKSW

Dua peneliti Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra), Banjarbaru, baru-baru ini mengikuti Agricultural Course di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Jawa Tengah. Di sana mereka berdiskusi dengan 2 pakar pertanian dari India Dr. Subrahmaniam Nagarajan (Wheat Researcher, Former Chairperson PPV & FRA Government of India, New Delhi, Director of Indian Agricultural Research Institute, New Delhi) dan Dr. Shanta Nagarajan (Seed Technologist, Principal Scientist-Biophysics, IARI, New Delhi).

Bagi UKSW kedua pakar India itu berjasa mentransfer alih teknologi budidaya gandum dari India ke Indonesia. Universitas di Jawa Tengah itu sejak 2000 menjadi pionir pengembangan gandum tropis melalui Pusat Studi Gandum (PSG) FPB UKSW. “Dulu masyarakat India seperti Indonesia yang kurang mengenal gandum. Sekarang mereka menjadi eksportir gandum ke-2 di dunia,” kata Dr.Ir. Endang Puji Hartanti, M.Sc ketua panitia kegiatan.

Toh, isue rawa tetap mengemuka pada ajang yang menjadi kuliah tamu bagi segenap civitas akademika Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW. “Pada acara pembukaan Kepala Badan Balitbang Pertanian mengungkap banyak hal tentang rawa. Kami mendapat pengetahuan baru tentang padi rawa yang memiliki nilai indeks glikemik rendah. Itu bagus buat penderita diabetes. Kami juga terbelalak mengetahui padi rawa kaya zat besi. Itu anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Dr Suprihati, staf pengajar di Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW.

Pantas Suprihati senang memperoleh informasi berharga itu. Pasalnya, saat ini banyak peneliti nasional dan internasional berupaya menyilang-nyilangkan padi untuk menghasilkan padi berkadar besi tinggi (> 20 ppm). Sejumlah padi unggul selama ini kadar besinya berkisar 10—16 ppm. Menurut Dr Ir Haryono MSc, kepala Badan Litbang Pertanian RI, padi rawa berkadar besi tinggi dapat menjadi pangan fungsional untuk mengatasi kekurangan zat besi di masyarakat dunia.

“Kita tidak perlu susah payah melakukan fortifikasi (memperkaya, red) beras dengan zat besi,” kata Haryono. Fortifikasi pangan ialah penambahan satu atau lebih zat gizi  ke dalam bahan pangan. Tujuannya meningkatkan konsumsi zat gizi tersebut di masyarakat. Karena itu pangan yang dipilih umumnya yang dikonsumsi luas seperti garam, beras, terigu, atau gula. Contoh paling populer garam yang diperkaya yodium untuk mencegah kekurangan yodium di masyarakat.

Pada materi perdagangan dunia Dr Subrahmaniam Nagarajan juga menyebut setiap daerah—termasuk rawa di Kalimantan Selatan—dapat menghasilkan komoditas khas yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Contohnya kopi kintamani. “Dalam dunia perdagangan internasional disebut geographical indication (indikator geografis). Meski sama-sama kopi, kopi asal Kintamani rasanya dapat berbeda dengan kopi dari Toraja,” kata Subrahmaniam

Indonesia sendiri sebetulnya sudah mengatur dan memberi peluang untuk melindungi indikator geografis dalam UU No 15 tahun 2001 tentang Merek pasal 56. Di sana disebutkan indicator geografis yaitu : “tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang, yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut, memberikan ciri dan kualitas tertentu pada barang yang dihasilkan.”

Dalam konteks ini, beras rawa dari Kalimantan Selatan yang kaya zat besi, dapat didaftarkan dengan indikasi geografis tertentu. Misal beras banjar. “Bila berhasil didaftarkan maka nilai jualnya dapat meningkat berlipat-lipat,” kata Subrahmaniam. Yang dapat mendaftarkan diantaranya komunitas setempat, lembaga yang berwenang, atau kelompok konsumen.***

Sumber: Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa. (sfm).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s