CH (300): Special Comments

Sejumlah komentar masuk merespon tulisan-tulisan saya di blog ini. Dari 248, ada sejumlah komentar yang menarik untuk disimak bersama. Berikut komentar-komentar itu.

Tulisan CH (296): Me-recall John Manoppo? Yang berisi tentang kasus hukum yang membelit nJohn Manoppo, mantan Walikota Salatiga dan mantan Ketum PP Ikasatya, mendapat 3 respon, yaitu dari seseorang bernama Nico, Aprix, dan Jojo, berikut komentarnya.

Nico

Ya sebaik ya JMM dinonaktifkan karena akan mempersulit posisi ikasatya dalam jejaring PTS yang dikenal kritis dan idealis, apalagi perkara korupsi ini menjadi musuh rakyat krn merugikan rakyat…jadi ikasatya harus realistis demikian juga dengan YPTKSW harus mengambil sikap yg realistis tanpa harus menunggu, karena menyangkut kewibawaan YPTKSW. Terima kasih

Aprix

Untuk menjaga nama baik Ikasatya, maka sebaiknya ybs secara konsekuen minta di nonaktifkan dulu sampai kasus hukum ini putus. PP Ikasatya perlu mengeluarkan kebijakan khusus untuk hal ini, dengan pertimbangan yang matang karena banyak kasus hukum dilatarbelakangi politik. PP Ikasatya juga berkewajiban membantu bung JJM dari segi hukum dengan membentuk tim pengacara untuk membantu beliau walaupun JMM seorang ahli hukum.

Jojo

Yang jelas Kecewa, saya juga baca di warta jateng kemarin…
yah paling ntar sakit (jurus andalan koruptor), kemudian jadi tahanan kota (sama baek ngga ditahan)… kyak istrinya walikota sekarang…
http://regional.kompas.com/read/2012/05/29/15022666/Istri.Wali.Kota.Salatiga.Minta.Jadi.Tahanan.Kota
“salatiga hati beriman” riwayatmu kini…

Selanjutnya ada 1 komentar menarik untuk tulisan CH (207): Naiknya Litelnoni, dan Hubungannya dengan Satya Wacana, dari Maikel.

Menarik sekali apa yang tanyakan di atas. Beberapa bulan berlalu dan satu demi satu pertanyaan mulai terjawab. Pdt. Robert Litelnoni, S.Th., ketua sinode GMIT yang baru telah duduk di dalam Dewan Pembina YPYKSW. Sedangkan Pdt. Dr. Eben Nuban Timo, mantan Ketua Sinode GMIT yang baru saja diganti oleh Pdt. Robert Litelnoni, dirangkul oleh Rektor UKSW, Prof. Pdt. John A.Titaley, untuk menjadi dosen tetap di Fakultas Teologi UKSW. Sebelumnya, Rektor UKSW telah mengangkat Pdt. Dr. Thobias Messakh, yang juga adalah mantan Ketua Sinode GMIT, sebagai dosen kontrak di Fakultas Teologi. Dengan demikian, kini, telah ada 2 mantan Ketua Sinode GMIT – Kupang, di Fakultas Teologi UKSW. Jauh sebelumnya lagi, telah ada utusan Sinode GMIT (pada masa kepemimpinan Pdt. Dr. Eben Nuban Timo), yakni Pdt. Wellem Sairwona, M.Th., yang kini menjabat Pendeta Mahasiswa di UKSW. Lebih menarik lagi, ternyata keempat nama yang disebut di atas, ternyata tinggalnya bersebelahan rumah, di Perumsat Kartini.
Kalau orang pintar mengatakan bahwa ”tidak ada makan siang gratis”, maka apa yang terjadi sekarang pastilah akan mempengaruhi suara perwakilan Sinode GMIT, yang duduk dalam Dewan Pembina YPTKSW, pada saat pemilihan Rektor UKSW periode 2013 – 2017 yang akan datang. Mari kita lihat apa yang akan terjadi ke depan, saat suksesi UKSW 1, yang tinggal setahun lagi…. Ini pertanyaan berikut yang belum bisa dijawab sekarang.

Ada 4 komentar masuk untuk CH (247): Basuki Djati Utomo Undur dari UKSW. Tulisan yang berisi pengunduran diri seorang dosen UKSW itu mendapat respon dari Coto, Angling, Elisa, dan Onezd.

Octo

sulit tuk memahaminya.

Angling

wah2 alasannya kenapa ya pak B undur

Elisa

Gak jauh-jauh, pak Bas pasti gerah dengan apa yang pernah disebutnya kepada kami dengan GAT Sayang banget

Onezd

Sebagai alumni, kami sedih mendengar kondisi yang terjadi di fakultas Teologi UKSW, beberapa tahun terakhir ini. Pasca ontran – ontran UKSW pada tahun 1993 – 1995, ada banyak sekali dosen bermutu (termasuk Pendeta utusan dari Sinode GKJ, GKI dan GIA) yang memilih hengkang dari fakultas. Maka ditariklah tenaga – tenaga pengajar ”dadak’an” untuk mengajar di fakultas. Mereka itu berasal dari mahasiswa S2 Sosiologi Agama, pegawai non akademik di UKSW, dan para Pendeta yang ada di Salatiga. Namun sayangnya mereka pun tidak mampu bertahan lama dan nyaman sebagai bagian dari keluarga besar Fakultas Teologi UKSW. Sebut saja, misalnya : Pdt. Ester Gah dan Pdt. Yossy Wospakrik, entah mengapa kedua teolog feminis ini memilih hengkang dari fakultas. Tinggal 2 orang dosen pasca ontran – ontran yang masih bertahan. Mereka adalah Pdt. Yusak Budi Setiawan dan Bpk. David Samiyono.

Sedangkan Pak Basuki Djati Utomo telah menjadi dosen sebelum tahun 1993 – 1995. Dia termasuk salah seorang dosen yang tidak memilih hengkang dari fakultas, pasca ontran – ontran di UKSW. Padahal situasi pada saat itu sangat genting dan kacau tak karuan! Jadi aneh sekali, kenapa justru, Pak Basuki memilih keluar dari fakultas Teologi, pada akhir tahun 2011. Bukankah dia mampu bertahan selama masa ontran – ontran tersebut, tetapi mengapa sekarang dia tidak lagi mampu bertahan? Apakah situasi di fakultas sekarang jauh lebih ”kacau” dibanding pada masa ontran – ontran dahulu? Hanya Tuhan saja yang tahu, apa yang sesungguhnya terjadi di fakultas, kemarin, hari ini dan besok.

Sebagai alumni S1 Teologi, kami bangga apabila ada alumni S1 fakultas teologi UKSW yang kembali ke UKSW dan mampu menjadi dosen di fakultas Teologi. Namun, sedih rasanya ketika mendengar bahwa pada tahun 2012 ini, tinggal 3 orang dosen aktif di fakultas, yang merupakan alumni S1 fakultas teologi UKSW, sebagai ”anak kandung” fakultas. Mereka adalah Pdt. John, Pdt. Dien dan Pdt. Daniel. Sisanya bukan merupakan ”anak kandung” fakultas, termasuk mereka yang kini sedang menjabat sebagai Dekan, Kaprogdi S1 dan Kaprogdi S2-S3, Korbikem, dll. Maaf kalau, kami harus katakan bahwa alumni S2/S3, yang S1-nya tidak dari UKSW, bukan merupakan ”anak kandung” fakultas. Pak Basuki adalah salah satu alumni S1 yang lulus dengan IPK 4, dan diminta kembali mengajar di fakultas. Sayang sekali, beliau akhirnya ”terdepak keluar” oleh situasi yang ada. Apakah ada dosen yang ”kekal” di fakultas Teologi UKSW? Nampaknya hanya 3 orang di atas saja yang mampu bertahan sejak tahun 70-an di fakultas Teologi UKSW hingga kini. Apakah yang lain, akan mampu bertahan dengan masa pengabdian di atas 25 tahun? Tidak ada yang tahu…

Jadi, kalau 2000 tahun yang lalu, Natanael bertanya kepada Filipus, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” (Yohanes 1:46), maka pertanyaan kami sebagai alumni pada tahun 2012 ini adalah “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Fakultas Teologi UKSW?” Biarlah waktu yang akan menjawab. Entah, siapa lagi dosen (dan/atau mahasiswa) yang akan ”terdepak keluar” dari fakultas ’ilmu ketuhanan’ ini pada tahun – tahun yang akan datang…. Who knows? Only GOD

Demikian kilasan komentar dari sejumlah tulisan di blog ini. Jika anda ingin berkomentar dalam setiap tulisan saya di blog ini, saya persilahkan.(sfm).

One thought on “CH (300): Special Comments

  1. Kenapa Pak Dr. Sutarno membuat sentuhan yang tidak menimbulkan gejolak di UKSW saat beliau selesai masa tugasnya? Ini perlu dibedah. Bagaimana beliau memimpin UKSW meneruskan kepemimpinan pak Notohamijoyo (Alm). Apa kiat kepemimpinan beliau, perlu disimak dan ditiru oleh Rektor saat ini ? Ironis sekali kalau kredibilitas UKSW terpuruk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s