CH (News Edition): …Kami Siap Menghadapi di Pengadilan Sekalipun


“Ini sudah menjadi keputusan dalam rapat pimpinan. Kalau ada yang mempermasalahkan secara hukum kami siap 100 persen. Kalau merasa ini ilegal, kami siap menghadapi di pengadilan sekalipun,” (Pembantu Rektor III UKSW Yafet Yosafat Wilben Rissy).

sumber foto: akun facebook BPMFTEK UKSW. (sfm).

3 thoughts on “CH (News Edition): …Kami Siap Menghadapi di Pengadilan Sekalipun

  1. Berita yang menentang sistem tri-mester ada juga di : http://www.suaramerdeka.com/harian/0704/04/kot29.htm
    Berita yang mendukung sistem tri-mester ada di : http://www.suaramerdeka.com/harian/0705/15/kot27.htm
    Tapi semua berita di atas adalah berita – berita lama. Dengan kata lain, topik tri-mester adalah masalah lama yang hendak diungkit lagi. Nampaknya ada seseorang di UKSW yang tidak bisa tidur nyenyak selama ambisinya untuk pemberlakukan sistem tri-mester dapat dilaksanakan secara murni dan konsekwen.

    Satu hal lagi, pernyataan PR III UKSW di atas adalah suatu pembodohan intelektual, sebab :
    (1) untuk menentukan sesuatu itu legal atau ilegal tidak boleh pakai “perasaan”, atau berkata “kalau merasa ini ilegal, kami siap menghadapi di pengadilan sekalipun”, sebab di dalam Surat Dirjen DIKTI Nomor.375/D/T/2007, tertanggal 26 Februari 2007, yang ditujukan kepada Rektor UKSW Salatiga sudah jelas bahwa rektor UKSW diperintahkan supaya tidak melaksanakan program tri-mester. Jadi tidak usah lagi memakai statment “kalau merasa ini ilegal”, karena kalimat di dalam surat tersebut jelas – jelas melarang sistem tri-mester secara eksplisit dan tidak perlu ditafsirkan ulang lagi.
    (2) kalau UKSW (lewat Rektor UKSW sekarang) ingin mengangkani Surat Dirjen DIKTI di atas, maka seharusnya UKSW (khususnya pihak yang pro tri-mester) -lah yang harus lebih dulu menggugat dan membatalkan demi hukum isi Surat Dirjen DIKTI tersebut. Barulah UKSW boleh mengeluarkan SK Rektor untuk pelaksanaan sistem tri-mester. Kalau UKSW tidak berani menggugat dan secara sepihak membuat aturan yang jelas – jelas bertentangan dengan Surat Dirjen DIKTI, maka UKSW (khususnya rektor UKSW) adalah seorang BANCI alias Pengecut! Bukankah hal itu adalah nasehat dari John A. Titeley di Harian Suara Merdeka, pada tanggal 15 Mei 2007? Namun setelah beliau menjadi rektor UKSW untuk edisi kedua, kenapa beliau (dan para pembantunya) tidak berani menggugat DIRJEN DIKTI secara hukum ke pengadilan?

    Itulah yang dimaksudkan dengan pembodohan intelektual sebab seharusnya pihak UKSW (yang pro tri-mester)-lah yang menggugat DIRJEN DIKTI, tetapi ehhh… malah pihak UKSW (yang kontra tri-mester karena mengikuti isi Surat DIRJEN DIKTI) diminta / disuruh untuk menggugat. Aneh… Jangan sampai ada seorangpun di UKSW yang dibodohi oleh statment di atas.

    Tetapi kalau ada dari pihak UKSW (yang kontra tri-mester) ingin menggugat, maka usul saya tidak perlu menggugat ke pengadilan, karena Anda akan terjebak dengan permainan politik di atas. Cukup menggugat SK Rektor tersebut kepada Badan Pengurus dan Badan Pembina YPTKSW, karena Badan Pembina YPTKSW juga sudah pernah mengeluarkan surat yang senada dengan surat DIRJEN DIKTI di atas, bahwa UKSW tidak boleh melaksanakan sistem tri-mester. Masakan surat Rektor lebih berkuasa dari surat YPTKSW? Dua surat itu aja yang perlu diadu… Dan kita bisa segera melihat, surat siapakah yang akan lebih berkuasa di bumi UKSW ini….
    Kalau Surat (Keputusan) Rektor UKSW mau diadu dengan Surat DIRJEN DIKTI itu namanya aksi lebay… Siapa sich rektor UKSW sehingga dia bisa dibandingkan, disandingkan, dan ditandingkan dengan jabatan (dan status hukum) seorang DIRJEN DIKTI?! Terlalu jauh… jauh bangeeett di bawah….. (he,,, he,,,). Capek deh….. :((

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s