CH (315): Bekerja dengan Jujur

Mereka kemudian tidak mengadakan perhitungan dengan orang-orang yang diserahi uang itu untuk memberikannya kepada tukang-tukang, sebab mereka bekerja dengan jujur… (2 Raja-raja 12:15).

Penggalan nenarik dari ayat pijakan renungan ini berbunyi, “…sebab mereka bekerja dengan jujur…”. Bekerja dengan kejujuran, menjadi sebuah harapan yang terasa sulit didapat di tengah hantaman ombak kehidupan yang berat ini. Mengapa? Ya, karena bekerja dengan jujur berarti mau menerima hasil kerja apa adanya, tidak lebih dan tidak kurang.

Tidak hanya masalah hasil, bekerja dengan jujur juga bekerja dengan kejujuran iman, bahwa pekerjaan itu dipersembahkan untuk kemuliaan nama Tuhan. Karena kejujuran adalah karakter dari wujud ketuhanan. Menjalankan kejujuran berarti mewujudkan secara konkrit Tuhan dalam kehidupan kerja kita sehari-hari. Menjauhkan diri dari rasa kejujuran, sama artinya dengan kita menjauh dari keinginan Tuhan, dan dengan sangat sadar telah masuk perangkap kuasa jahat. Jika hal itu terjadi maka maut akan menjadi upahnya.

Hal itu mau mengarahkan bahwa mereka-mereka yang mengaku pengikut Kristus, wajib mewujudkan kejujuran dalam kehidupan kerja mereka, ataupun dimana saja mereka ditempatkan. Sanggupkah kita sebagai pengikut Kristus mewujudkan kejujuran itu dalam langkah kerja kita? (sfm).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s