CH (321): Sedulur Ing Rasa

Sedulur Ing Rasa (SIR). Saudara dalam rasa. Dalam pemahaman SIR, saudara bukan diterjemahkan seperti umumnya. SIR lebih memberikan penekanan kepada “memiliki rasa (baca roso) yang sama”, ketimbang merujuk ke hubungan darah antarpribadi. “Ketika seseorang memiliki rasa yang sama, dia adalah saudaraku”. Demikianlah Pak Jacob Saparinggal memandang kami.

Cukup sulit menangkap arti rasa dalam SIR. Ya, kita ditantang untuk out of the box terlebih dahulu untuk mencernanya. Lebih repot lagi adalah memahami kata rasa dalam bahasa Jawa, karena kata tersebut sulit untuk dimaknai secara harafiah ataupun dicari padanannya.

Perlu proses mengolah rasa untuk memahami Sedulur Ing Rasa. Tidak hanya butuh waktu untuk me-rasa, melainkan juga memerlukan olah batin (rasa). Sampai kapan? Sampai rasa itu ada di dalam diri. Me-rasa-kan hal yang sama. Memiliki pemahaman serupa. (sfm).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s