CH (365): Genetika Hukum Bisnis Indonesia, Catatan Awal

Terminologi diluar ilmu hukum sering digunakan dalam penulisan-penulisan ilmiah oleh para sarjana hukum. Sebagai contoh, judul orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana, yang disampaikan oleh Dr. Tri Budiyono, “Genealogi Kontrak (Studi tentang Historisasi Asas dalam Hukum Kontrak”), pada tanggal 5 Desember 2012, di Balairung Universitas. Dalam tulisannya, Tri Budiyono memaparkan bahwa konsep geneaologi dapat digunakan untuk menjelaskan asal-usul dari kontrak.

Ada juga Prakash Shah, dosen hukum senior di Universitas London, dalam Singapore Journal of Legal Studies, 2005, menulis artikel berjudul, “Globalisation and The Challenge of Asian Legal Transplant in Europe”. Transplantasi lebih dikenal dalam bidang kajian medikal.

Dua penggunaan istilah diluar hukum (baik Genealogi maupun Transplantasi) menjadi sumber inspirasi penulis untuk menngunakan cara yang sama dalam mendeskripsikan apa yang terjadi dalam studi hukum. Dalam judul tulisan, penulis menggunakan istilah genetika. Genetics (from Ancient Greek γενετικός genetikos, “genitive” and that from γένεσις genesis, “origin”), a discipline of biology, is thescience of genesheredity, and variation in living organisms. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, sebagai berikut, “Genetika (berasal dari bahasa Yunani kuno γενετικός genetikos, “genitive” dan dari γένεσις genesis, yang berarti “asal”), disiplin biologi, adalah ilmu yang membicarakan mengenai gen, keturunan, dan dan variasi dalam organisme hidup.

Mandel

Mandel

Para ahli sepakat untuk menjadikan Gregor Johann Mendel sebagai Bapak Genetika. Gregor Johann Mendel atau lebih sering disebut Mendel, lahir di Hynčice, yang merupakan daerah Kekaisaran Austria, pada 20 Juli 1822. Ia adalah seorang rahib Katolik yang juga mengajar di sekolah. Rasa ingin tahunya yang tinggi menuntun dia melakukan pekerjaan persilangan dan pemurnian tanaman ercis. Melalui percobaannya ini ia menyimpulkan sejumlah aturan mengenai pewarisan sifat yang dikenal dengan nama Hukum Pewarisan Mendel.

Hukum pewarisan Mendel dikenal dalam buku Mendel “Percobaan mengenai Persilangan Tanaman”, merupakan hukum mengenai pewarisan sifat pada organisme. Mendel menyebutkan ada dua bagian dalam Hukum pewarisannya, yakni: [1] Hukum Pertama Mendel: Hukum pemisahan (segregation), dan [2[ Hukum Kedua Mendel: Hukum berpasangan secara bebas (independent assortment). Berikut dibawah penjabaran mengenai Hukum Pertama lebih lanjut.

Secara sederhana dapat dipahami bahwa dua induk yang berbeda mampu menurunkan sifat-sifat yang sama maupun berbeda kepada keturunannya, tergantung kepada pewarisan gen yang terjadi. Konsep dasar ini menjadi pijakan bagi penulis untuk menelusuri lebih dalam ke bidang hukum, dan secara spesifik ke dalam hukum bisnis Indonesia.

Salah satu peraturan perundangan yang masuk dalam ranah hukum bisnis Indonesia adalah Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas (selanjutnya disebut UU PT). Menurut Tri Budiyono, UU PT tidak hanya didominasi oleh pemahaman-pemahaman dari tradisi hukum Civil Law, melainkan ada juga doktrin-doktrin dari sistem Common Law yang ditransplantasikan kedalamnya. Dengan demikian, UU PT berasal dari dua induk tradisi hukum yang berbeda (Civil dan Common Law).

Sistem Civil Law sendiri digunakan mayoritas di dunia, terutama Eropa kontinental, bekas negara-negara pecahan Soviet, juga dipakai di Quebec (Kanada), Louisiana dan Puerto Rico (Amerika Serikat), Jepang, Amerika Latin. Sistem hukum Skotlandia dianggap sebagai sistem campuran, sebagai basis adalah hukum Romawi, dan menggabungkan hukum yang tidak terkodifikasi dan Civil Law. Di bagian barat dan barat daya Amerika Serikat, undang-undang di berbagai bidang seperti hak perceraian dan air menunjukkan pada prinsip-prinsip Common Law.

Menurut Peter de Cruz, dalam bukunya Perbandingan Sistem Hukum: Common Law, Civil Law, dan Sosialist Law, Civil Law merujuk ke seluruh sustem hokum yang saat ini diterapkan pada sebagain besar Negara Eropa Barat, Amerika Latin, Negara-negar di timur dekat, dan sebagian besar wilayah Afrika, Indonesia, dan Jepang. Lebih lanjut Cruz menjelaskan bahwa sistem hukum Civil Law diturunkan dari hokum Romawi Kuno, dan yang pertama kali diterapkan di Eropa berdasarkan jus civile Romawi.

Ada 3 karakteristik utama dari Sistem Hukum Civil Law, yaitu: (a) adanya kodifikasi; (b) hakim tidak terikat pada presenden sehingga undang-undang menjadi sumber hokum yang utama; dan (c) sistem peradilan bersifat inkuisitorial, sedangkan sistem hukum Common Law juga memiliki 3 sifat/karakteristik, yakni: (a) yurisprudensi dipandang sebagai sumber hukum yang utama; (b) dianutnya stare dicisis; dan (c) adanya adversary system dalam proses peradilan.

Seperti telah disebut sebelumnya, UU PT tidak hanya didominasi oleh pemahaman-pemahaman dari tradisi hukum Civil Law, melainkan ada juga doktrin-doktrin dari tradisi Common Law yang ditransplantasikan. Salah satu contoh yang disampaikan oleh Munir Fuady, dalam bukunya “Doktrin-doktrin Modern dalam Corporate Law dan Eksistensinya dalam Hukum Indonesia”, adanya penerapan tradisi Common Law dalam UU PT adalah adanya doktrin Piercing the Corporate Veil, seperti diatur dalam Pasal 3 (1), yang berbunyi sebagai berikut.

“Pemegang saham Perseroan tidak bertanggung jawab secara pribadi atas perikatan yang dibuat atas nama Perseroan dan tidak bertanggung jawab atas kerugian Perseroan melebihi saham yang dimiliki”.

Penggunaan doktrin Piercing the Corporate Veil di Negara Common Law Amerika Serikat telah ada sejak 1839.

Tanya?

Terbersit satu tanya dalam diri penulis, “Jika, baik Tri Budiyono maupun Prakash, menggunakan istilah Genealogi dan Transplantasi, dalam kajian hukum mereka, maka apakah studi genetika mampu menjelaskan fenomena atas hadirnya dua tradisi hukum yang berbeda dalam UU Perseroan Terbatas?”. (sfm).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s