CH (378): Gerakan Yang Mulai “Menua”

GAMKI

Kongres X Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) yang berlangsung di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), akhir bulan April lalu, masih menyisahkan polemik seputar pemilihan Ketua Umumnya.

 
Hal tersebut dapat terbaca dari berita yang diturunkan oleh media daring suaramanado.com, Sabtu 2 Mei 2015. Ketua Dewan Pimpinan Daerah Sulut Rivay Rompas menyampaikan bahwa adanya pelanggaran terhadap AD/ART Organisasi mengenai usia. Sesuai ketentuan Pasal 40 AD/ART, disebutkan batas usia pemuda, yakni berumur 18 sampai dengan 40 tahun. Namun apa yang terjadi? Ketua Umum terpilih, Michael Watimena, berusia 46 tahun.

Rompas segera akan berkonsolidasi dengan sejumlah GAMKI di daerah-daerah guna mematangkan rencana untuk membawa masalah tersebut ke meja hijau. Ia optimis akan memenangkan gugatan tersebut di PTUN.

 
Keberhasilan Michael, tidak lepas dari kerja keras tim suksesnya yang berhasil menghapus kriteria usia dalam sidang Komisi C yang membahas tentang kriteria dan tata cara pemilihan Ketua Umum. Kecewa dengan cara-cara tersebut, calon dari Sulut Vanda Sarundajang dan Dr Peggy Mekel, mengundurkan diri dari pencalonan. Tercatat, DPD Sulut bersama 15 DPC-nya mengambil sikap untuk keluar dari ruangan, karena menganggap hal itu mencederai konstitusi organisasi. Demikian dilansir harianandalas.com.

 
Polemik seputar usia, bukan barang baru dalam tubuh GAMKI. Dalam catatan media daring beritamanado.com, diketahui bahwa masalah usia pernah berujung juga kepegadilan, tepatnya pada tahun 2011. Saat itu, Ketua Umum GAMKI yang masih dipegang oleh Michael Watimena digugat oleh DPC GAMKI Medan di Pegadilan Negeri Jakarta Pusat, bukan PTUN seperti yang rencananya dilakukan pada tahun ini (2015). Kuasa hukum penggugat Sandy Situngkir dari PBHI Jakarta, menyebutkan bahwa Kongres GAMKI saat itu tidak lagi mengacu pada AD/ART yang dihasilkan dalam rapat kerja nasional GAMKI. “Dalam AD salah satu poin disebutkan calon ketua umum DPP tidak lewat di 40 tahun. Kenyataannya Michael sudah 43 tahun. Herannya, kongres di Bogor menggolkan. Ini perbuatan melawan hukum,” papar Sandy.

 
Usia oh Usia

 
Polemik usia yang terjadi dalam pemilihan Ketua Umum GAMKI, terjadi juga diberbagai lembaga di negeri ini. Salah satunya terjadi dalam pemilihan Rektor di UGM tahun 2012. Dalam CH (360): Soal Pemilihan Rektor, terbaca bahwa persyaratan usia menjadi perdebatan tersendiri.

 
Tidak jauh, pemilihan Rektor di Universitas Sam Ratulangi pada tahun 2007, tidak lepas dari permasalahan usia. Sejak awal pemilihan rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) medio Oktober lalu, memang sudah nampak adanya ketidakberesan. Hal itu bisa dilihat dari rencana untuk meloloskan calon yang sudah lewat batas usia. Demikian seperti dilansir Hariankomentar.com.

 
Suksesi kepemimpinan di Universitas Kristen Satya Wacana-pun pernah memperbincangkan masalah usia. Scientiarum.com merekam komentar Eka Simanjuntak, saat itu menjabat sebagai Sekretaris Pembina Harian Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW), menyampaikan bahwa kriteria mengenai batas usia Rektor dihapuskan.

Konflik Institusi Kristen

 
Apa yang terjadi dengan GAMKI, menambah panjang daftar konflik yang terjadi dalam tubuh organisasi/institusi Kristen. Belum lama juga terdengar kasus penjualan aset GPIB mencuat, terjadi pro-kontra dalam tubuh GPIB. Ada juga permasalahan yang merudung GKI Yasmin, dimana ada pihak yang berbeda pandangan mengenai status gereja tersebut. Dan masih banyak konflik-konflik lainnya.

 
Semakin Tua

 
GAMKI adalah salah satu lembaga kepemudaan Kristen, selain ada juga GMKI, YMCA, YWCA, Pemuda Katolik, PMKRI, dan lainnya. Mereka menjadi wadah untuk menelurkan kader-kader muda Kristen, dan diharapkan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa dikemudian hari. Mereka dididik dengan idealisme keorganisasisan dengan beralas kepada kekristenan. Lumrah memang, jika ada kepentingan yang bermain dalam lembaga-lembaga tersebut.

 
Kepentingan juga tidak lepas dari perjalanan panjang institusi Kristen, termasuk yang dialami oleh GAMKI. Hal tersebut terlihat dari perubahan aturan yang mengisyaratkan perubahan usia, dengan maksud meloloskan calon tertentu. Usia 51 tahun, tampaknya sangat dihayati oleh GAMKI, dengan memilih pemimpin yang juga lanjut. Kata “MUDA’ yang ada dalam lebel GAMKI, mulai berubah menjadi “MENUA”, bukan hanya soal usia, namun lebih dari itu, yakni soal kepentingan yang juga mulai “MENUA”. Gerakan Angkatan “Menua” Kristen Indonesia… (sfm).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s