CH (376): Iman Tanpa Perbuatan Adalah Sia-sia

Kebangkitan Yesus dari kematian-Nya di Kayu Salib, menjadi catatan yang sangat penting bagi kehidupan rohani para pengikut Kristus. Hal ini dengan sangat jelas terbaca dalam kesaksian Rasul Paulus di I Korintus 15:14, Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. Dengan kata lain, “kebangkitan Kristus, membuat pemberitaan mengenai ajaran dan sikap percaya pengikut Kristus, tidaklah sia-sia”. Namun, sudahkan anda dan saya, yang menyebut diri sebagai para pengikut Kristus telah mengerti benar akan hal ini?
 
Kebangkitan Yesus divisualisasikan melalui penampakan di alam dunia. Alkitab mencatat sejumlah penampakan Yesus kepada tidak hanya para murid. Yesus juga berkenan menampakn diri-Nya secara langsung kepada orang dekat-Nya, Thomas, yang tidak percaya itu. Untuk menunjukan bahwa Ia telah benar-benar bangkit, Yesus bahkan meminta Thomas untuk menaruh jarinya ditagan-Nya, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” (Yohanes 20:27b). Thomas pun percaya, dia pun mengaku, “Ya Tuhanku dan Allahku!” (Yohanes 20:28). Penampakan tersebut membawa penguatan bagi Iman percaya mereka. Kebangkitan Yesus menunjukan kemampuan-Nya menundukan maut, dan memberikan jaminan keselamatan bagi mereka.
 
Kabar suka cita itu, dikabarkan oleh para murid dan orang-orang percaya keseluruh negeri hingga hari ini, agar semua mengetahui dan percaya, serta beroleh keselamatan yang kekal. Namun tidak hanya sampai dengan mendengar saja, kabar suka cita itu haruslah diwujudnyatakan dalam bentuk tindakan. Iman percaya akan kebangkitan Yesus, patutlah menjadi dasar bagi pengejawantahan ajaran-ajaran-Nya. Tidak hanya berbagi mengenai kabar keselamatan, namun juga berbagi kasih dan karunia Tuhan kepada sesama kita. Karena memang sejatinya, iman tanpa perbuatan adalah sia-sia, tidak berarti apa-apa.
 
Pertanyaan bagi kita semua, telahkan kita memahami dan mengerti bahwa kebangkitan Kristus membuat ajaran-ajaran-Nya tidak menjadi sia-sia? Ataukah kita sebenarnya telah menyia-nyiakan kebangkitan Kristus itu, dengan tidak berbuat apa-apa untuk kemuliaan nama-Nya? Selamat merenungkankannya,
[Tulisan ini berjudul asli, “Kebangkitan Yesus Memampukan Kita untuk berbagi”, dapat dilihat dalam kolom renungan Warta Jemaat Gereja Kristen Indonesia Soka Salatiga, Edisi 12 April 2015].
(sfm).

CH (375): RS Mitra Setia dr. Timotius

Di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa tengah, ada rumah sakit spesialisasinya di ortopedi, yakni Rumah Sakit (RS) Mitra Setia (dulu bernama Klinik Tulang Mitra Setia). RS yang beralamat lengkap di Jl. Garuda 22, Ungaran ini, dikelola oleh DR. med. dr. Timotius A. Susantija, FinaCS. Timotius, ahli tulang lulusan Jerman ini, berpraktek Senin hingga Jumat, pukul 09.00 – 12.00 WIB. Namun baiknya, jika anda ingin berkonsultasi dengan dr. Timotius, terlebih dahulu telepon ke (024) 6923179. Berikut gambar RS Mitra Setia yang sempat saya ambil beberapa waktu yang lalu.

RS Mitra Setia Ungaran dr. Timotius

RS Mitra Setia Ungaran dr. Timotius

RS Mitra Setia Ungaran dr. Timotius

RS Mitra Setia Ungaran dr. Timotius

RS Mitra Setia tidak berada di jalan utama, letaknya agak masuk, berbaur dengan perkampungan. Disebelah kiri dan kanan RS ini, terdapat pemondokan bulanan ataupun harian. (sfm).

CH (Special Pictures): “Ode Emmy Saelan” Teater Kronis

Sekitar pertengahan tahun 2004, Teater Kronis Universitas Kristen Satya Wacana mendapatkan kesempatan tampil dalam satu konser amal dengan bintang tamu Edo Kondologit. Saat itu, Teater Kronis mempersembahkan teatrikalisasi puisi dengan judul “Ode Emmy Saelan”, di Balairung Utama UKSW. Terima kasih kepada Mas Alvianto atas kiriman foto-foto ini.

teater kronis uksw

10601991_10203886886948258_1252967884_o

10585299_10203886873547923_2070604817_o

10638809_10203886896148488_2144285991_o

10622092_10203886880668101_639028518_n

(sfm).

CH (374): Perkunjungan Natal

GKI Soka Salatiga

Kabar baik kelahiran Sang Juruselamat dihantarkan Tim Christmas Carol Gereja Kristen Indonesia (GKI) Soka Salatiga kepada jemaat, Sabtu (21/12). Secara bergantian Bapak Pdt. Sony Kristiantoro, Ibu Luky, Ibu Majelis Listuwati, Bapak Sih Mirmantyo, dan Bapak Simon Herman Kian, mengabarkan suka cita melalui renungan singkat bahwa telah lahir Sang Pemberi Pengharapan, bagi jemaat yang telah lama jatuh dalam sakit, diantaranya Ibu Sylvana Daud, Ibu alimah, Ibu Susetyaning, dan Bapak Suntoro. (sfm).

CH (373): “Domain” Pemerintah?

download (2)“Risih” dengan penggunaan domain .gov (yang berarti government=pemerintah), maka mulai tahun depan situs resmi Supreme Court Inggris akan berubah dari supremecourt.gov.uk, menjadi supremecourt.uk. Demikian dilansir situs berita The Guardian online.

Lalu bagaimana dengan situs Mahkamah Agung ataupun Mahkamah Kosntitusi di negeri ini? Setelah saya cek, keduanya menggunakan domain .go.id. (mahkamahagung.go.id dan mahkamahkonstitusi.go.id), yang artinya situs pemerintah Indonesia. Pengaturan mengenai penggunaan domain go.id. tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 28/PER/M.KOMINFO/9/2006 Tentang Penggunaan Nama Domain go.id untuk Situs Web Resmi Pemerintah Pusat dan Daerah.

Dalam Pasal 3 (1), Kepmen tersebut disebutkan bahwa nama domain go.id hanya digunakan untuk situs web resmi lembaga pemerintahan pusat dan daerah. Pasal 5 menjelaskan kategori pemerintah, yakni: (1) Lembaga Negara (Dewan Perwakilan Rakyat, Badan Pemeriksa Keuangan, Mahkamah Agung, dan lain-lain); (2) Lembaga pemerintah (Presiden dan Wakil Presiden, Menteri, Lembaga Pemerintah Non Departemen, Pemerintah Daerah); (3) Komisi (Komisi yang dibentuk berdasarkan undang-undang).

Tapi, apa iya, MA dan MK adalah bagian dari “domain” pemerintah? (sfm).

CH (372): Rio Dewanto dan Clint Eastwood

rio dewanto mario ardi photographie

Aktor kawakan Hollywood, Clint Eastwood, berkata, “I guess any movie actor can become a role model for audiences out there who enjoy him”. Bagaimana dengan Mas Rio, apakah sudah menjadi role model yang baik untuk para fans?

(Fredy Marpaung, Salatiga, Jawa Tengah)

Mungkin pertanyaan ini lebih bisa dijawab oleh fans saya. Saya hanya bisa memebrikan yang terbaik dan maksimal. Ketika orang mengapresiasi itu dengan membuat saya sebagai role model mereka, saya melihat itu sebagai bonus dari kerja keras saya. (sfm).

(Sumber: Kompas Kita, Kompas Cetak, 17 Desember 2013, halaman 33).